Pemimpin Taliban Akui Tak Mampu Atasi Dampak Gempa yang Mengguncang Afghanistan

- Jumat, 24 Juni 2022 11:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir062022/_5282_Pemimpin-Taliban-Akui-Tak-Mampu-Atasi-Dampak-Gempa-yang-Mengguncang-Afghanistan-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Hibatullah Akhundzada minta bantuan masyarakat internasional atasi gempa di Afghanistan.

KABUL (Pesisirnews.com) - Gempa berkekuatan 6,1 SR melanda pedesaan, daerah pegunungan di Provinsi Paktika dan Khost, Afghanistan timur dan tenggara, yang berbatasan dengan Pakistan pada Selasa malam, meratakan rumah-rumah ketika orang-orang dalam keadaan tidur.

Survei Geologi AS mengatakan pusat gempa yang melanda wilayah itu berada sekitar 44 km dari kota Afghanistan tenggara, Khost, pada kedalaman 51 km. Sedangkan menurut Pusat Seismologi Mediterania Eropa, getaran gempa terasa di lebih dari 500 km Afghanistan, Pakistan dan India.

Gempa itu adalah yang paling mematikan di Afghanistan sejak 1998, ketika gempa berkekuatan 6,5 SR menewaskan lebih dari 4.000 orang di provinsi Takhar di utara negara itu.

Pemimpin Taliban pada Rabu meminta bantuan internasional setelah gempa paling mematikan dalam beberapa dasawarsa melanda Afghanistan timur, menewaskan sedikitnya 1.000 orang, dengan peringatan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan terus bertambah.

Mohammad Amin Huzaifa, kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan di Paktika, mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 1.000 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka di distrik Gayan dan Barmal di Paktika saja. Dia mengatakan bahwa angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Dalam pertemuan darurat, pemerintah Afghanistan yang dikendalikan oleh kelompok Taliban menyetujui pengucuran dana sebesar $ 1,1 juta untuk upaya bantuan, tetapi karena negara itu sudah menghadapi krisis keuangan dan kemanusiaan, pimpinan Taliban mengakui tak mampu menangani bencana itu secara komprehensif tanpa bantuan dari dunia internasional.

[br]

Karena itu pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Hibatullah Akhundzada, meminta masyarakat internasional untuk segera memberikan bantuan kepada Afghanistan.

“Kami meminta masyarakat internasional, organisasi bantuan dan lembaga kemanusiaan untuk mendukung rakyat Afghanistan selama bencana besar ini, dan membantu para korban sebanyak mungkin,” katanya dikutip dari arabnews.com, Jumat.

Tawaran bantuan segera datang dari Pakistan di mana getaran gempa juga tercatat di negara itu, tetapi pihak berwenang Pakistan tidak melaporkan kerusakan atau korban jiwa. Kantor luar negeri Pakistan mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memberikan bantuan.

Sakhi Rahman, seorang penduduk Paktika, mengatakan kepada Arab News bahwa fasilitas medis di provinsi itu kewalahan oleh banyaknya jumlah korban.

“Kami mungkin memiliki maksimal 300 hingga 400 tempat tidur rumah sakit di seluruh provinsi,” katanya.

“Kami membutuhkan ambulans dan helikopter untuk memindahkan yang terluka ke Kabul dan provinsi lain di mana mereka dapat menerima perawatan yang tepat dan tepat waktu.”

Warga lainnya, Ahmad Gul, mengatakan puluhan orang tewas di setiap desa di kawasan pegunungan itu.

“Bencananya sangat besar. Kami memiliki fasilitas minimum yang tersedia di provinsi ini," katanya.

“Kita harus meninggalkan segala sesuatu yang lain dan memperhatikan untuk menyelamatkan lebih banyak orang.”

[br]

Tim penyelamat bergegas ke daerah itu, tetapi kondisinya diperumit oleh fakta bahwa banyak lembaga bantuan internasional telah meninggalkan Afghanistan pasca pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban Agustus lalu, ketika pasukan pimpinan AS mundur setelah perang selama dua dekade.

Menanggapi pengambilalihan kekuasaan secara paksa oleh Taliban yang justru menimbulkan krisis kemanusiaan, banyak negara memberlakukan sanksi terhadap Afghanistan, melumpuhkan sektor perbankannya dan memotong bantuan pembangunan senilai miliaran dolar.

Abdul Fatah Jawad, kepala kelompok bantuan Afghanistan Ehsas Welfare and Social Services Organization, mengatakan kepada Arab News bahwa bantuan internasional sangat dibutuhkan.

“Badan PBB, organisasi internasional dan yayasan amal harus memberikan prioritas untuk memberikan bantuan darurat kepada provinsi-provinsi yang dilanda gempa,” katanya.

Menurut Jawad, pemerintah Afghanistan yang dikendalikan Taliban tidak akan mampu mengatasi bencana besar ini sendirian. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

GEMPAR Geruduk Kantor Bupati Indragiri Hilir Ini Tuntutannya

International

Indonesia akan Mengirimkan Bantuan Tambahan ke Turki-Suriah

International

Pemerintah Pakistan Bertekad Mengakhiri Kejahatan Taliban Pakistan untuk Selamanya

International

Ditengah Duka Gempa Turki-Suriah, 53 Orang Tewas Diberondong Peluru ISIS di Suriah

International

6 Hari Terkubur di Reruntuhan Bangunan, Tiga Korban Gempa Turki Ditemukan Selamat

International

Gempa Turki-Suriah Tewaskan Lebih dari 4000 Orang, Tawaran Bantuan Mulai Berdatangan