Tiga Resep Panjang Umur dan Bikin Pernikahan Pasangan Ini Awet Hingga 74 Tahun

- Minggu, 03 April 2022 11:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir042022/_9562_Tiga-Resep-Panjang-Umur-dan-Bikin-Pernikahan-Pasangan-Ini-Awet-Hingga-74-Tahun.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Thembinkosi dan Florence Mahlalela telah menikah selama 74 tahun. (GoodNews24)

(Pesisirnews.com) - Thembinkosi Mahlalela yang kini berusia 101 tahun dan Florence, 94 tahun, merupakan pasangan suami-istri lansia dari Afrika Selatan (Afsel), yang telah menikah selama 74 tahun.

Keduanya memiliki tujuh anak (tiga telah meninggal), 24 cucu, 57 cicit dan 11 canggah (anak dari cicit). Mereka berdua kini tinggal bersama salah satu cicitnya di Afsel.

Keharmonisan hidup pasangan ini menarik perhatian cukup banyak pihak untuk mengetahui apa resep panjang umur dan rahasia kelanggengan perkawinan mereka.

Karena kondisi keduanya kini mengalami gangguan pendengaran, maka menantu perempuan mereka, Zandile, yang menjadi ‘juru bicara’ untuk menceritakan kisah cinta dan perjalanan hidup pasangan ini kepada orang-orang yang ingin mengetahuinya.

Kepada GoodNews24 yang ingin mengulik kisah pasangan ini beberapa waktu lalu, Zandile bercerita, awalnya Thembinkosi meninggalkan Mozambik ke Afrika Selatan pada usia 25 tahun untuk mencari kehidupan yang lebih baik setelah orang tuanya meninggal.

Dia berakhir di KwaZulu-Natal, salah satu provinsi di Afrika Selatan, di mana dia bertemu gadis yatim piatu bernama Florence yang saat itu berusia 18 tahun.

Dua tahun kemudian pasangan ini memutuskan menikah. Saat itu Thembinkosi bekerja di pabrik pembuatan kertas dan menjadi imam di Gereja Pemulihan Kristus di Komunitas. Sedangkan Florence adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

"Satu-satunya alasan dia datang ke Afrika Selatan adalah karena dia membutuhkan pekerjaan setelah orang tuanya meninggal. Dia kemudian bertemu istrinya di gereja. Dia juga tidak memiliki orang tua, dan mereka memutuskan untuk menjadi keluarga satu sama lain,” ungkap menantunya, Zandile.

Setelah menikah, mereka berdua mulai merasakan masa-masa sulit dalam bahtera rumah tangganya. Apalagi situasi politik negara yang ketika itu dipimpin orang kulit putih sangat tidak berpihak pada warga negara kulit hitam.

Namun ditengah kondisi hidup yang tidak begitu baik, menurut Zandile, pasangan ini selalu bersama melewati berbagai keadaan, baik suka maupun duka. Mereka tak terpisahkan bak dua sisi mata uang yang melengkapi satu sama lain.

"Bahkan ketika salah satu dari mereka sakit, yang lain otomatis sakit. Begitulah mereka terhubung. Mereka selalu bersama,” katanya.

Dan itulah yang terjadi ketika Florence jatuh sakit baru-baru ini karena terinfeksi Covid-19. Dia dirawat di rumah sakit Netcare The Bay di Richards Bay.

Beberapa hari kemudian, Thembinkosi juga jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit yang sama. Keduanya ditempatkan di satu bangsal dan dipulangkan bersama pada 3 Februari.

[br]

Untungnya pihak rumah sakit mengizinkan mereka berada dalam satu bangsal karena pihak rumah sakit mengerti bahwa mereka sudah tua dan membutuhkan semangat satu sama lain untuk tetap terjaga.

Selama dirawat di rumah sakit, ketika ditanya oleh staf rumah sakit apa rahasia pernikahan yang baik, Thembinkosi mengatakan: "Ini adalah prinsip dua menjadi satu dan tetap demikian, seperti yang ditetapkan dalam Kejadian 2:24.”

"Ketika satu individu pergi, segalanya gagal. Keduanya harus menjadi satu dalam segala hal,” tambahnya.

Dan tentang rahasia umur panjang, Thembinkosi menjawab: "Jika kamu menuruti ibu dan ayahmu, seperti yang diperintahkan dalam Efesus 6:1, kamu akan berumur panjang."

Manajer umum Netcare The Bay Hospital Mduduzi Ngubane mengatakan para staf jatuh cinta pada pasangan yang penuh kasih itu.

"Semua orang berpegang teguh pada setiap kata mereka, dan ketika hari pulang tiba, ada perpisahan yang menyenangkan di sekitar saat Tuan dan Nyonya Mahlalela, membentuk ikatan yang kuat dengan staf selama mereka dirawat di rumah sakit. Tuan dan Nyonya Mahlalela adalah inspirasi bagi kita semua dan meninggalkan kenangan yang abadi, dan kesan di hati kami," kata Ngubane.

Terakhir menantunya Zandile menyampaikan, meskipun pasangan ini sudah berusia renta, namun mereka tetap saling mencintai.

“Cinta, kesetiaan dan hormat kepada orangtua jadi resep panjang umur dan memberikan mereka pernikahan yang awet hingga puluhan tahun,” ujarnya menyimpulkan. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga

International

Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Asisten III Setda Inhil

International

Malam Resepsi Milad Inhil Ke 59 Bersama Pj Bupati Inhil

International

Studi: Wanita Berpendidikan dan Mapan Makin Enggan Terikat Pernikahan

International

7 Petunjuk Pasangan Anda Mungkin sedang Tertarik pada Seseorang

International

Waspadai Cara Baru Pembobol Data M-Banking Lewat Undangan Pernikahan Online