Pejuang Ukraina Takuti Pasukan Muslim Chechnya dengan Peluru Berlumur Minyak Babi

- Selasa, 01 Maret 2022 19:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir032022/_8915_Pejuang-Ukraina-Takuti-Pasukan-Muslim-Chechnya-dengan-Peluru-Berlumur-Minyak-Babi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tentara Muslim Chechnya yang membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina. (Twitter/Channel 4 News)

KIEV, Pesisirnews.com - Para pejuang Azov dari Ukraina mengolesi peluru mereka dengan minyak babi yang diduga digunakan untuk melawan tentara Muslim Chechnya, yang membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Sebagai informasi, Republik Chechnya merupakan wilayah konstituen Rusia dan sekutu dari Putin. Pada Sabtu, 27 Februari 2022, Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov mengatakan bahwa pasukannya telah dikerahkan ke Ukraina untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskynya.

Sedangkan Azov adalah unit militer infanteri sukarelawan sayap kanan yang dilibatkan dalam perang Rusia Ukraina. Mereka adalah ultra-nasionalis yang dituduh menyembunyikan ideologi supremasi kulit putih dan neo-Nazi.

Lewat video yang dibagikan Garda Nasional Ukraina melalui akun media sosial pada Minggu (27/2/2022), tampak gambar seorang pria yang diasumsikan sebagai anggota pejuang Azov, mencelupkan peluru yang diklaim sebagai lemak babi.

Pejuang Azov itu menyampaikan beberapa kalimat kepada para pejuang Chechnya melalui video.

“Saudara-saudara Muslim yang terhormat. Di negara kami, Anda tidak akan masuk surga. Anda tidak akan diizinkan masuk surga. Silakan pulang. Di sini, Anda akan menemui kesulitan. Terima kasih atas perhatiannya, selamat tinggal," kata pria yang tak disebutkan namanya dalam video tersebut, dikutip dari Aljazeera pada Selasa (1/2//2022).

[br]

Azov pertama kali bertempur bersama tentara Ukraina di timur negara itu pada 2014 melawan separatis pro-Rusia.

Sejak itu mereka dimasukkan ke dalam angkatan bersenjata reguler. Meskipun diintegrasikan ke dalam militer resmi, para pejuang Azov dilaporkan terus mengenakan lencana Wolfsangel yang digunakan oleh sejumlah divisi Nazi selama Perang Dunia II.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah merujuk kehadiran unit-unit semacam itu di dalam militer Ukraina seperti yang disampaikan di pidato invasi pada Kamis, 24 Februari 2022.

Putin mengatakan akan melakukan operasi militer khusus untuk demiliterisasi dan denazifikasi di Ukraina. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

KPK Dalami Temuan Senpi dan Peluru Tajam di Rumah Dito Mahendra, Seteru Nikita Mirzani

International

Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov Ancam Polandia dengan Konflik Militer

International

Anggota Dishub Makassar jadi Korban Penembakan OTK Hingga Tewas

International

Usai Pimpin Upacara HUT RI ke-76, Bupati Inhil Serahkan Tali Asih kepada Veteran dan Ahli Waris Pejuang

International

Veteran Di Dumai Mengaku Belum Diperhatikan Pemko