WASHINGTON, Pesisirnews.com - Grup Bank Dunia pada Sabtu (19/2) mengatakan pihaknya menyiapkan pencairan dana sebesar $350 juta (lebih dari Rp 5 Triliun) ke Ukraina yang akan dipertimbangkan oleh dewan grup pada akhir Maret sebagai bagian dari rencana pendanaan jangka pendek dan panjang untuk negara yang kini tengah berseteru dengan Rusia itu.
Dilansir dari Reuters, Minggu (20/2), dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Sabtu, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan akan terus mendukung rakyat dan ekonomi Ukraina untuk kebutuhan pembiayaan jangka pendek dan jangka panjang.
Para pemimpin bertemu di Munich ketika pasukan nuklir strategis Rusia mengadakan latihan yang diawasi oleh Presiden Vladimir Putin dan Washington menuduh pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina "siap untuk menyerang".
Dana awal dari Bank Dunia akan diikuti oleh dukungan anggaran lebih lanjut dan lebih banyak reformasi, termasuk di bidang energi dan iklim.
[br]
Malpass dan Zelenskiy juga membahas proyek-proyek untuk Ukraina, termasuk efisiensi energi, infrastruktur, kereta api, dan penguatan ekonomi dan peluang kerja di Ukraina timur.
Sementara itu, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional mengatakan mereka telah memindahkan untuk sementara waktu beberapa staf mereka dari Ukraina di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang potensi invasi Rusia, bahkan ketika pinjaman dan dukungan mereka untuk negara itu terus berlanjut.
Selama tahun lalu, Bank Dunia telah menangguhkan operasi dengan beberapa negara di mana kudeta dilakukan, termasuk Myanmar dan Sudan. (PNC)