Ketegangan Baru AS - Rusia: Kedua Negara Saling Usir Pejabat Diplomatik

- Jumat, 18 Februari 2022 11:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022022/_6779_Ketegangan-Baru-AS---Rusia--Kedua-Negara-Saling-Usir-Pejabat-Diplomatik.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi: Gedung Departemen Luar Negeri di Washington. (Foto: REUTERS/JOSHUA ROBERTS)

WASHINGTON DC, Pesisirnews.com - Saling usir pejabat diplomatik terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Terbaru, Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis, 17 Februari telah mengusir pejabat No. 2 AS di Moskow, Bart Gorman.

Gorman, merupakan pejabat AS paling senior kedua di Kedutaan Besar di Moskow. Sebelumnya dia menjabat sebagai wakil asisten sekretaris dan asisten direktur Departemen Luar Negeri untuk investigasi dan analisis ancaman, mengawasi pemantauan ancaman terhadap personel diplomatik AS, menurut biografi di situs web kedutaan.

Dia juga menjabat sebagai petugas keamanan regional dari US Diplomatic Security Service, departemen penegakan hukum dan keamanan, di negara-negara termasuk Irak, Yordania, dan China.

Washington mengingatkan bahwa mereka akan menanggapi pengusiran diplomatnya sebagai langkah “tidak beralasan” di tengah meningkatnya kekhawatiran akan invasi Rusia. dari Ukraina.

Dilansir dari Reuters, Jumat (18/2), Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah untuk memulangkan Gorman dilakukan “secara tegas sebagai tanggapan atas pengusiran yang tidak masuk akal” dari seorang menteri-penasihat di kedutaan besarnya di Washington, meskipun ada permintaan Rusia agar pejabat tersebut diizinkan untuk tinggal sampai penggantinya tiba. .

Kementerian tidak menyebutkan nama diplomat Rusia yang diusir atau mengatakan kapan dia dipaksa untuk pergi, tetapi kementerian itu menolak laporan media yang dikatakan salah menyajikan pengusiran Gorman sebagai eskalasi yang disengaja di pihak Rusia

[br]

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, Gorman terpaksa meninggalkan Moskow sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya "pengusiran yang tidak masuk akal" terhadap seorang pejabat senior Rusia oleh Washington, dan menuduh Amerika Serikat melancarkan "perang visa."

Gorman, yang pernah menjabat sebagai wakil kepala misi AS, meninggalkan Rusia pekan lalu, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri. Tidak jelas mengapa pengusiran itu tidak diumumkan sampai Kamis.

"Tindakan Rusia terhadap DCM (wakil kepala misi) kami tidak beralasan dan kami menganggap ini sebagai langkah eskalasi dan sedang mempertimbangkan tanggapan kami," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Pengusiran itu terjadi selama kebuntuan berbulan-bulan atas penumpukan lebih dari 150.000 tentara Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina.

Terpisah, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa ada setiap indikasi Rusia berencana untuk menyerang Ukraina dalam beberapa hari ke depan dan sedang mempersiapkan dalih untuk membenarkannya, meskipun Moskow mengatakan akan memindahkan beberapa pasukannya dari perbatasan.

Di samping ketegangan perbatasan, Amerika Serikat dan Rusia telah terlibat dalam pergumulan atas kehadiran diplomatik masing-masing negara di Ibu Kota-nya masing-masing.

[br]

Menanggapi pengusiran pejabatnya di Rusia, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Gorman memiliki visa yang sah dan telah berada di Rusia selama kurang dari tiga tahun.

Washington mengatakan diplomat Rusia yang telah tinggal lebih dari tiga tahun harus pergi, kata juru bicara itu.

“Sebagai tanggapan, Rusia mengharuskan diplomat AS untuk pergi jauh sebelum akhir tiga tahun, memberi mereka waktu dua minggu untuk meninggalkan negara itu, dan menyebutnya sama. Itu tidak sama,” kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa tindakan pembalasan oleh Rusia telah membuat jumlah staf di Kedutaan Besar AS di Moskow jauh di bawah jumlah diplomat Rusia yang berada di Washington. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Rusia - Ukraina Saling Klaim Tewaskan Ratusan Serdadu dalam Pertempuran Bakhmut

International

Barat Menduga Rusia Kehabisan Drone asal Iran dan Menuding Moskow Mencari Pengganti ke China

International

Presiden Putin Dipastikan Tak Hadir dalam Pertemuan KTT G20 di Bali

International

Intip Kemampuan Rudal Corsar yang Digunakan Relawan Ukraina untuk Membunuh Tank Rusia

International

Inggris Sebut Hanya Ada Kekalahan Rusia di Ukraina pada Peringatan Hari Kemenangan Rusia ke-77

International

AS Bantah Tudingan Bantu Ukraina Rencanakan Pembunuhan Jenderal Rusia