SINGAPURA, Pesisirnews.com - Pemerintah Singapura meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina secepat mungkin. Hal itu berkaitan dengan situasi di negara eks Uni Soviet tersebut yang dinilai semakin memanas.
Berdasarkan laporan terkini dari Kantor Berita Malaysia Bernama yang dimuat portal berita freemalaysiatoday.com, Senin (14/2), pemerintah Singapura di Ukraina, menasehatkan warganya agar secepat mungkin meninggalkan Ukraina melalui transportasi komersial, ungkap pernyataan dari Kementerian Luar Negeri (MFA) Singapura, Minggu (13/2).
Menurut pernyataan tersebut, MFA mengemukakan kekhawatiran jika konflik bersenjata benar-benar terjadi, maka pemerintah tidak dapat menjamin sepenuhnya atas keselamatan warganya.
Oleh karena itu, warga Singapura yang masih berada di Ukraina diminta mendaftarkan dirinya di situs https://eregister.mfa.gov.sg dan segera mengkonfirmasi tentang diri mereka serta memantau situasi di negara itu secara terus menerus.
[br]
Mereka yang memerlukan bantuan konsulat juga dapat menghubungi pejabat MFA 24 jam di: Tel: +65 6379 8800/6379 8855 atau faks: +65 6476 7302.
Sebelumnya dilaporkan bahawa Israel, Albania dan Maghribi sudah mendesak agar warga negaranya segera meninggalkan Ukraina.
Sementara itu, AS memindahkan beberapa perlengkapannya dari Ibu Kota Ukraina Kiev, ke bandara Lviv sebagai langkah keselamatan.
Kanada dan Australia juga telah menyiapkan operasi penyelamatan di Kiev dan membuka akses bagi pejabatnya di Lviv, menurut satu laporan. (PNC)