MANILA, Pesisirnews.com - Filipina pada hari Jumat (14/1), menerima proposal pesanan ekspor BrahMos Aerospace untuk menyediakan rudal jelajah supersonik bagi angkatan lautnya.
Dilansir dari defenceaviationpost.com, Sabtu (15/1), kesepakatan besar senilai $ 374,9 juta atau lebih dari Rp 5,3 triliun ini dikomunikasikan ke India melalui Pemberitahuan Penghargaan oleh Departemen Pertahanan Nasional Filipina, yang ditandatangani oleh Sekretaris Delfinn Lorenzana.
Perintah tersebut mengarahkan BrahMos Aerospace untuk menyediakan pasokan Sistem Rudal Anti-kapal berbasis Pantai dengan sepuluh hari kalender setelah menerima pesanan.
Kesepakatan itu dikatakan sebagai langkah besar pemerintah PM Modi untuk mendorong ekspor pertahanan.
BrahMos Aerospace telah bersama-sama mendorong kesepakatan ekspor ke negara-negara asing yang bersahabat.
Disebutkan bahwa rudal supersonik BrahMos diproduksi oleh perusahaan patungan Indo-Rusia dan dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal laut, pesawat terbang atau darat.
[br]
Pada 11 Januari, Angkatan Laut India bersama dengan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) berhasil melakukan uji coba rudal BrahMos Supersonic Cruise dari INS Visakhapatnam.
Kapal perang tersebut merupakan induksi baru-baru ini di Angkatan Laut India.
India telah menempatkan rudal BrahMos di hampir semua platform Angkatan Laut-nya sebagai sebuah senjata tempur yang kuat dan utama.
Rudal jelajah supersonik BrahMos dapat menempuh jarak 290 km dengan kecepatan Mach 2,8 hingga 3 Mach.
Sementara itu, rudal jelajah BrahMos-II Hypersonic dapat dikerahkan untuk mencapai target dalam jarak 450 - 600 km dengan kecepatan Mach 7, atau tujuh kali kecepatan suara. (PNC)