Dr. Marian Khatib, Muslimah Pertama yang Menjabat Direktur Pusat Bedah Payudara di Israel

- Jumat, 17 Desember 2021 10:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122021/_1870_Dr--Marian-Khatib--Muslimah-Pertama-yang-Menjabat-Direktur-Pusat-Bedah-Payudara-di-Israel.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Dr. Marian Khatib, wanita Arab pertama yang menjadi ahli bedah payudara di Israel, sekaligus menjabat sebagai Direktur Pusat Bedah Payudara di Tel Aviv. (Foto: Miri Gattenyo/Ichilov)

TEL AVIV, Pesisirnews.com - Dr. Marian Khatib (40), adalah wanita Arab Palestina pertama yang menjadi ahli bedah payudara di Israel, sekaligus menjabat sebagai Direktur Pusat Bedah Payudara di Tel Aviv Sourasky Medical Center (Rumah Sakit Ichilov).

Dia juga satu-satunya ahli bedah payudara onconoplastic di sistem kesehatan masyarakat di Israel yang melakukan reseksi dan rekonstruksi pasien kanker payudara.

Ibu dua anak ini lahir di Amerika Serikat (AS) dari orang tua Arab Palestina-Israel, yang kembali ke Israel ketika dia masih bayi.

Saat masih kanak-kanak, orangtua Khatib menilai bahwa anaknya ini memiliki bakat khusus dan mereka memutuskan untuk berinvestasi dalam pendidikannya.

Orangtua Khatib kemudian memutuskan pindah ke Acre dan mengirim Khatib sekolah di Haifa, di mana dia bisa menerima kelas pengayaan. Setelah lulus, Khatib mulai belajar kedokteran di The Hebrew University di Yerusalem.

Pada tahun keempatnya, Khatib mengatakan dia tidak yakin bahwa dia bahkan akan terus belajar menjadi dokter. Tapi kemudian, di tahun kelima dia sudah menjalani praktek operasi.

[br]

Bergabung dengan Sourasky Medical Center (Rumah Sakit Ichilov), Israel

Tamat sekolah kedokteran, Khatib bergabung dengan Sourasky Medical Center pada tahun 2007, dan telah bekerja di sana sejak itu - kecuali selama dua tahun dia melanjutkan studinya di Inggris.

Khatib dan keluarganya tinggal di Tel Aviv Utara, namun dia jarang kembali ke Utara, meski pun orangtuanya masih tinggal di sana.

“Sourasky terasa seperti di rumah. Saya suka tempat ini dan fakta bahwa saya tidak merasa seperti 'orang Arab' dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saya rumah sakit ini adalah berkat karena tidak pernah memberi saya perasaan berbeda,” katanya, dikutip dari The Jerusalem Post yang mewawancarai Khatib akhir Oktober lalu.

Khatib telah diintegrasikan ke dalam masyarakat Yahudi sejak usia dini. Dia biasa bangun jam 5:30 pagi untuk naik bus dari Acre ke Haifa dan kemudian kembali sekitar jam 5 sore untuk mengerjakan pekerjaan rumah, pergi tidur, dan kembali ke sekolah keesokan harinya.

Sebelum dikenal publik, Khatib mengatakan kalau dia tidak yakin bahwa pasiennya mengetahui riwayat pribadinya. Namun bagi Khatib, tidak ada kaitan antara profesinya dengan agama yang dia anut dalam hal membantu orang lain.

[br]

Termotivasi membantu orang tanpa memandang latar belakang agama

Sebagai wanita keturunan Arab yang berasal dari masyarakat Muslim konservatif, Khatib mengatakan menjadi orang Arab bukan sebuah penghalang untuk membangun hubungan dengan masyarakat Israel.

Apa yang memotivasi Khatib dan membuat dia terus maju adalah mengetahui bahwa dia telah membantu orang sembuh dari penyakit mereka tanpa memandang latar belakang agama yang mereka anut.

“Untungnya saya di didik oleh orangtua yang berpikiran moderat, sehingga jika Anda bekerja keras, Anda akan melangkah jauh. Fakta bahwa saya adalah seorang wanita dari masyarakat Muslim konservatif bukanlah penghalang bagi saya pada tahap apapun,” kata wanita cantik ini.

Terpisah, sebuah organisasi nirlaba Israel, The Abraham Initiatives yang melihat prestasi Dr. Marian Khatib, berharap akan semakin banyak warga Arab Palestina-Israel yang lebih berkualifikasi tinggi, yang nanti dapat ditunjuk untuk posisi eksekutif dalam sistem kesehatan masyarakat dan di seluruh lembaga publik di Israel. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Terbelit Masalah Gaji TAD Icon Plus, Ari Rahmat Indra Cahyadi Isunya Bakal Dipromosikan Jadi Direktur Retail & Niaga PLN

International

WHR 2023: Israel Bertahan di Urutan ke-4 Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan Paling Tidak Bahagia

International

Profesor Israel Ungkap Hubungan Mesra Iran-Israel sebelum Jadi Musuh Bebuyutan

International

Upaya Arab-Israel Mengatasi Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Suhu di Timur Tengah

International

Menteri BUMN Erick Thohir Copot Jabatan Direktur Penunjang Bisnis Pertamina

International

Perkuat Hubungan Ekonomi, Perusahaan Israel Buka Cabang Pertamanya di Maroko