TEHERAN, Pesisirnews.com - Iran baru saja kehilangan seorang ilmuwan nuklir terkemukanya, Mohsen Fakhrizadeh, yang tewas ditembak oleh ‘Orang Tak Dikenal’ (OTK) ketika sedang berkendara dengan mobilnya di pedesaan Absard, di wilayah Damavand, Jumat (27/11).
Dilansir dari laporan New York Times, Sabtu (28/11/2020), media pemerintah mengatakan bahwa Fakhrizadeh terluka parah dalam serangan itu. Dokter telah berusaha keras menyelamatkan nyawa pria yang diyakini berusia 59 tahun ini di rumah sakit, tetapi tetapi upaya pertolongan tersebut gagal.
Mohsen Fakhrizadeh adalah ilmuwan nuklir top Iran, yang telah lama dituduh oleh intelijen Amerika dan Israel berada di belakang program rahasia untuk merancang hulu ledak atom.
Menurut laporan New York Times dari penilaian intelijen Amerika dan dokumen nuklir Iran yang dicuri oleh Israel, dia dianggap sebagai kekuatan pendorong di balik program senjata nuklir Iran selama dua dekade, dan terus bekerja setelah bagian utama dari upaya itu diam-diam dibubarkan pada awal 2000-an.
Fakhrizadeh telah lama menjadi target No. 1 Mossad, Dinas Intelijen Israel karena diyakini berada di balik serangkaian pembunuhan lebih dari delapan tahun lalu yang dilakukan oleh wakilnya.
Selama ini Iran tidak pernah menyetujui tuntutan dari Badan Energi Atom Internasional, badan pemantau nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk membiarkan inspektur mereka menanyai Fakhrizadeh dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang akademisi yang mengajar di Universitas Imam Hussein di pusat kota Teheran.
Seorang pejabat Amerika bersama dengan dua pejabat intelijen lainnya mengatakan bahwa Israel berada di balik serangan terhadap ilmuwan tersebut.
[br]
Tidak jelas seberapa banyak yang mungkin diketahui Amerika Serikat tentang operasi itu, tetapi kedua negara itu adalah sekutu terdekat dan telah lama berbagi informasi intelijen tentang Iran.
"Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini," tulis menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, di Twitter. "Kepengecutan ini, dengan indikasi serius peran Israel - menunjukkan keributan yang putus asa dari para pelaku,†cuitnya.
Zarif, adalah seorang diplomat berpendidikan Amerika yang merupakan salah satu tokoh Iran yang paling dikenal lantang mengatakan bahwa komunitas internasional, terutama Uni Eropa harus mengakhiri standar ganda mereka yang memalukan, dan mengutuk tindakan teror terhadap negara ini.
Sementara itu Gedung Putih dan CIA menolak berkomentar atas aksi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran tersebut.
Sedangkan mantan pejabat tinggi kebijakan Timur Tengah Pentagon, Michael P. Mulroy, mengatakan kematian Tuan Fakhrizadeh adalah "kemunduran bagi program nuklir Iran."
"Dia adalah ilmuwan nuklir paling senior mereka dan diyakini bertanggung jawab atas program nuklir rahasia Iran," kata Mulroy dalam email. Dia juga seorang perwira senior di Korps Pengawal Revolusi Islam, dan itu akan memperbesar keinginan Iran untuk merespons (pembunuhan terhadap Fakhrizadeh) dengan paksa.
Sumber: (New York Times)