MAPUTO, Pesisirnews.com - Kantor Berita Mozambik AIM menyebutkan, sejumlah orang bersenjata sambil meneriakkan "Allahu Akbar" melepaskan tembakan dan membakar rumah-rumah penduduk ketika mereka menggerebek Desa Nanjaba pada Jumat (6/11) lalu.
Dua orang dipenggal di desa itu dan beberapa wanita diculik, kantor berita itu menambahkan.
Di tempat terpisah, sekelompok militan lainnya melakukan serangan brutal di Desa Muatide, dimana tanpa belas kasihan mereka memenggal kepala lebih dari 50 orang dan menculik beberapa wanita, ungkap kantor berita tersebut mengutip para korban yang selamat.
Sedangkan kantor berita swasta Mozambik Pinnancle News melaporkan, penduduk desa yang tertangkap saat mencoba melarikan diri, di bawa ke lapangan sepak bola setempat dimana kepala mereka dipenggal dan tubuhnya dipotong-potong dalam kebiadaban luar biasa yang dilakukan dari Jumat malam hingga Minggu (8/11) lalu.
Dilaporkan lebih dari 2.000 orang telah tewas dan sekitar 430.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam konflik di provinsi Provinsi Cabo Delgado yang berpenduduk mayoritas Muslim itu.
[br]
Para militan yang terafiliasi dengan ISIS telah mengeksploitasi kemiskinan dan pengangguran untuk merekrut pemuda dalam perjuangan mereka untuk menegakkan aturan Islam di daerah tersebut.
Pemenggalan itu adalah yang terbaru dari serangkaian serangan mengerikan yang dilakukan para militan di provinsi Cabo Delgado yang kaya gas sejak 2017.
Pada bulan April, lebih dari 50 orang juga dipenggal atau ditembak mati dalam serangan di sebuah desa di provinsi yang sama.
Wartawan BBC Jose Tembe melaporkan dari Ibu Kota Maputo, bahwa serangan terbaru itu mungkin yang paling buruk yang dilakukan oleh para jihadis.
Pemerintah Mozambik telah meminta bantuan internasional untuk menumpas pemberontakan dengan mengatakan pasukannya membutuhkan pelatihan khusus.
Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan pasukan keamanan Mozambik juga melakukan pelanggaran HAM, termasuk penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan dan pembunuhan, selama operasi untuk mengekang pemberontakan.
Sumber: (bbc.com)