Dianggap Pro Macron, Imam Muslim Moderat Prancis Terima Ribuan Ancaman Pembunuhan

- Selasa, 10 November 2020 12:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112020/_8529_Dianggap-Pro-Macron--Imam-Muslim-Moderat-Prancis-Terima-Ribuan-Ancaman-Pembunuhan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Imam Hassen Chalghoumi menerima ribuan ancaman pembunuhan atas dukungannya untuk Samuel Paty dan Emmanuel Macron. Kredi Foto: Charles Platiau/Reuters.

PARIS, Pesisirnews.com - Hassen Chalghoumi, salah satu imam Muslim dengan profil tertinggi di Prancis meminta perlindungan ekstra dari polisi terkait ancaman pembunuhan atas sikapnya yang dianggap oleh kalangan Muslim radikal pro kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebagaimana diketahui, Macron dianggap telah menghina Islam melalui pernyataan dan dukungannya terhadap penayangan gambar Nabi Muhammad di Prancis beberapa waktu lalu.

Dilansir dari The Telegraph, Selasa (10/11/2020), Hassen Chalghoumi, imam dari pinggiran kota Paris, Drancy, dan seorang Muslim moderat terkemuka, mengatakan dia telah menerima banyak ancaman baru sejak dia berbicara menentang pemenggalan seorang guru bahasa Prancis bulan lalu.

Dalam pernyataannya, Chalghoumi menggambarkan Samuel Paty, guru yang dibunuh oleh radikalis Islam setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya sebagai "martir untuk kebebasan berekspresi, dan orang bijak yang telah mengajarkan toleransi, peradaban, dan rasa hormat kepada orang lain".

[br]

Imam Hassen Chalghoumi yang saat ini menjabat sebagai presiden Konferensi Para Imam Prancis dianggap menyimpang dari norma Islam, dimana dia mendukung pelarangan menggunakan cadar di Prancis dan dia bekerja untuk meningkatkan hubungan antara Muslim dan Yahudi.

Imam kelahiran Tunisia berusia 48 tahun itu telah hidup di bawah penjagaan polisi sejak ISIS menyerukan "eksekusi" kepadanya, menyusul serangan Paris 2015.

Chalghoumi kini yakin bahaya kepada dirinya meningkat tajam, seiring dengan lonjakan ancaman di media sosial yang ditujukan kepada dirinya.

Sebuah kiriman berbahasa Arab bernada ancaman di Twitter mengatakan: "Kami mendesak Muslim Prancis sejati untuk mengizinkan Chalghoumi bergabung dengan guru sejarah dan juga menjadi martir bangsa."

Postingan lain yang ditangkap di layanan pesan Telegram menggambarkan Chalghoumi sebagai "target baru dan meminta pengikut untuk mengeksekusinya karena dia lebih kotor daripada orang-orang kafir Prancis".

[br]

David-Olivier Kaminski, pengacara Chalghoumi, menulis surat kepada Presiden Macron untuk memperhatikan lebih serius keselamatan Chalghoumi dengan alasan dia membutuhkan lebih banyak perlindungan setelah diserbu ribuan ancaman pembunuhan di media sosial.

Sebelum menetap di Prancis, Imam Hassen Chalghoumi pernah tinggal di Suriah dan Pakistan dan menjadi pengajar agama disana.

Dirinya telah lama berselisih dengan seorang Islamis fundamental Prancis kelahiran Maroko, Abdelhakim Sefrioui, yang sekarang ditahan atas dugaan perannya dalam mendorong pemenggalan kepala Paty melalui kampanye di media sosial.

Sebelumnya Sefrioui mencoba untuk membuat imam Chalghoumi digulingkan dari masjid Drancy pada tahun 2010, ketika Chalghoumi secara kontroversial mendukung pelarangan cadar.

Setelah kejadian pemenggalan terhadap seorang guru di Prancis, Presiden Macron memerintahkan penumpasan terhadap kelompok-kelompok Islam radikal di negara berjuluk “Pusat Mode Dunia” itu.

Sumber: (The Telegraph)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Pemkab Inhil Percepat Pembangunan Islamic Center, Masjid Ditargetkan Segera Difungsikan

International

Dugaan Pembunuhan di Kebun Sawit Desa Pancur, Satu Orang Ditemukan Tewas

International

Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan

International

Bupati Herman Tinjau Islamic Center Syekh Abdurrahman Siddiq, Siap Lanjutkan Pembangunan

International

PJ Bupati Erisman Yahya Pimpin Rapat Kelanjutan Pembangunan Islamic Center di Tembilahan

International

Dua Pemuda Di Inhil Cek Cok Berujung Penikaman 1 Tewas Ditempat 1 Kritis