WASHINGTON, Pesisirnews.com - Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) bernama Philipe Nathan Walton (26), yang diculik oleh kelompok bersenjata yang diduga terafiliasi dengan kelompok ISIS dan al-Qaeda berhasil dibebaskan melalui operasi militer oleh Tim Enam pasukan elit SEAL, Sabtu (31/10/2020).
Walton diculik Selasa (27/10/2020) pagi dari pertaniannya di Massalata di selatan Niger oleh penculik bersenjata yang meminta uang tebusan dari ayahnya.
Menurut pejabat yang mengetahui langsung tentang operasi tersebut mengatakan pasukan komando elit SEAL Tim Enam sukses melakukan misi penyelamatan dan membunuh semua, kecuali satu penculik.
Operasi tersebut juga melibatkan pihak militer Niger dan Nigeria yang bekerja sama dengan pasukan khusus AS untuk menyelamatkan Walton dengan cepat.
"Pasukan AS melakukan operasi penyelamatan sandera pada dini hari tanggal 31 Oktober di Nigeria Utara untuk menemukan seorang warga Amerika yang disandera oleh sekelompok pria bersenjata," kata kepala juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.
“Warga negara Amerika ini aman dan sekarang dalam perawatan Departemen Luar Negeri AS. Tidak ada personel militer AS yang terluka selama operasi tersebut,†ujarnya.
[br]
Presiden Donald Trump mengatakan dalam tweetnya bahwa "tentara pemberani" telah melakukan "operasi penyelamatan malam hari yang berani" dan juga mengatakan kepada wartawan bahwa "itu adalah sesuatu yang harus dilakukan karena mereka bermain dengan warga Amerika."
Sementara itu Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelamatan oleh "beberapa pejuang kami yang paling berani dan paling terampil" menggarisbawahi komitmen AS "untuk mengembalikan semua warga AS yang ditawan dengan selamat."
Niger telah menghadapi semakin banyak serangan oleh ekstremis yang terkait dengan kelompok ISIS dan al-Qaeda.Penculikan itu terjadi dua bulan setelah gerilyawan yang terkait dengan ISIS membunuh enam pekerja bantuan Prancis dan pemandu mereka di Niger saat mereka mengunjungi taman margasatwa di timur Ibu Kota.
Trump telah berulang kali mempromosikan fokus pemerintahannya untuk mengamankan pembebasan sandera Amerika yang ditahan oleh kelompok militan di luar negeri serta orang lain yang ditahan.
Awal bulan ini, dua orang Amerika yang ditawan oleh militan yang didukung Iran di Yaman dibebaskan, bersama dengan sisa-sisa orang ketiga, dengan imbalan pengembalian sekitar 250 pemberontak Houthi dari Oman.
Sumber: (AP, ABC News)