ZAMBIA, Pesisirnews.com - Amerika Serikat (AS) kembali membuat Republik Islam Iran berang karena dituduh akan melakukan pembunuhan berencana kepada Lana Marks, Duta Besar (Dubes) AS untuk Afrika Selatan.
Iran dengan tegas membantah dugaan keterlibatan negaranya dalam rencana pembunuhan yang dikatakan sebagai aksi balas dendam atas kematian Jenderal Qassem Soleimani, yang dibunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS pada Januari lalu.
Dilansir sowetanlive.co.za, laporan rencana pembunuhan Dubes Lana Marks awalnya dimuat dalam outlet media AS, Politico.com pada Minggu (13/9/2020) malam.
[br]
Terang saja Iran melalui Menteri Luar Negeri Saeed Khatibzadeh membantah klaim laporan tersebut, yang dikatakan bersumber dari laporan intelijen AS.
Khatibzadeh mendeskripsikan laporan itu sebagai "sesuai pesanan, bias, dan memiliki tujuan", dengan mengatakan bahwa itu dapat diprediksi.
"Kami menyarankan para pejabat Amerika untuk berhenti menggunakan metode usang dan usang untuk propaganda anti-Iran di arena internasional," katanya.
Khatibzadeh menggambarkan tuduhan itu sebagai tidak berdasar, menyamakannya dengan laporan yang dibuat media AS sebagai bagian dari kampanye anti-Iran yang dilakukan intelijen pemerintahan Trump.
“Sudah bisa ditebak bahwa rezim Amerika Serikat akan menggunakan tuduhan anti-Iran dan pemalsuan menjelang pemilihan presiden AS, ditambah dengan tekanan rezim (AS) untuk menyalahgunakan mekanisme Dewan Keamanan PBB dengan tujuan meningkatkan tekanan pada rakyat Iran,†katanya.