GAZA, Pesisirnews.com - Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza telah mengkonfirmasi bahwa empat warga Palestina, tewas dalam ledakan di kota Gaza, Senin (24/8/2020).
Brigade Al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa empat warga Palestina itu adalah anggota mereka.
Dikatakan bahwa mereka yang tewas dalam ledakan "tidak disengaja" itu termasuk Iyad Jamas al-Jedy, seorang komandan yang terkait dengan unit-unit perakitan rudal.
Ini mengkonfirmasi identitas mereka sebagai Eyad Jamal al-Jedy (42), Mo'taz Amer al-Mibyed (29), Yahia Farid al-Mibyed (23), Yacoub Monther Zeidiyya (25), dan Yacoub Monther Zeidiyya (25).
Menurut saksi dan sumber keamanan Palestina, para militan sedang mempersiapkan bom rakitan untuk diluncurkan ke wilayah Israel. Namun malang bagi mereka, bom yang tengah dirakit itu meledak sebelum waktunya.
[br]
Kelompok militan Gaza dan warga Palestiana sejak 6 Agustus lalu, kembali secara masif menyerang Israel hampir setiap hari dengan perangkat pembakar yang terpasang pada balon.
Serangan balon sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 400 kebakaran di semak belukar, cagar alam dan lahan pertanian, menurut penghitungan laporan harian oleh dinas pemadam kebakaran Israel.
Israel kemudian menanggapi dengan serangan udara hampir setiap malam.
Selama dua minggu Israel membom Gaza yang dikatakan sebagai aksi balasan dan pembelaan diri negara itu untuk melindungi wilayah dan warga negaranya.
Aksi balasan Israel lantas meluas dengan melarang para nelayan Gaza untuk melaut dan menutup akses kapal pengangkut barang yang melintasi wilayah tersebut. Akibatnya, terjadi penutupan satu-satunya pembangkit listrik di Gaza karena kekurangan bahan bakar.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan penutupan pembangkit listrik Gaza akan memiliki "efek yang menghancurkan" di wilayah miskin yang berpenduduk sekitar dua juta orang itu.
"Penutupan pembangkit listrik telah menyebabkan pasokan listrik menurun menjadi dua hingga tiga jam per hari," katanya.
Daya listrik yang buruk seperti itu akan berdampak negatif pada kesejahteraan dan keselamatan orang-orang di Gaza.
Non ReportaseSumber : (freemalaysiatoday.com - altahrir)