PESISIRNEWS.COM - DiNegara Brunei Darussalam siapa yang terbukti merayakan Natal secara Ilegal bisadi hukum lima tahun penjara dan denda hingga ratusan Juta.dilansir darilaw-justice
Demikian menurut sebuah deklarasi yang dilaporkan olehSultan, pemimpin negara kecil yang kaya akan minyak, seperti dilansir dariCNBCIndonesia, Rabu (18/12/2019).
BACA JUGA :Pemkab-Rohil-Gelar-Konsultasi-Publik-Ranperda-RTRW
Brunei mulai menegaskan larangan perayaan Natal pada tahunlalu, karena kekhawatiran akan perayaan Natal berlebihan dan terbuka dapatmenyebabkan penduduk muslim di negara tersebut menjadi sesat.
BACA JUGA ;Siapa-Sebenarnya-Bangsa-Muslim-Uighur-Di-Propinsi-Xinjiang-Cina----
Sementara itu, bagi pemeluk agama kristen dan lainnya yangmerayakan Natal, perayaannya harus dilakukan secara privat dan harus terlebihdahulu menginformasikan kepada pihak berwenang.
Adapun pemuka agama islam di wilayah setempat telahmempromosikan larangan tersebut, dan memperingatkan dengan tegas bahwamengadopsi segala bentuk ornamen Natal sama halnya dengan meniru agama lain.Tentunya hal ini dilarang dalam tafsiran islam.
[ADSENSE]
Untuk memastikan hal tersebut, Pejabat dari Departemen Agamajuga dilaporkan mengunjungi lokasi bisnis di wilayah setempat untuk memastikanmereka tidak memajang dekorasi Natal. Termasuk diantaranya topi santa danspanduk dengan tulisan yang berhubungan dengan ucapan Natal.
Pemimpin Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah yang telahmemerintah bekas jajahan Inggris selama hampir 50 tahun, memperkenal kanlarangan Natal pada tahun 2014. Pada tahun yang sama, Brunei menerapkan hukumpidana yang lebih ketat, berdasarkan syariah Islam dan termasuk hukuman sepertirajam dan amputasi.
Sementara itu, larangan Natal dibenarkan berdasarkanundang-undang baru, di mana hukuman untuk merayakan Natal adalah denda US$ 20ribu atau setara dengan Rp 280 juta atau hukumannya hingga lima tahun penjara.Hukuman lebih berat bisa juga keduanya.
Larangan itu telah menuai beberapa perlawanan, diantaranyakampanye media sosial dengan tagar #MyTreedom, yang mendorong orang Kristen danlainnya di negara-negara seperti Arab Saudi dan Iran untuk memposting gambardiri mereka merayakan Natal, termasuk beberapa kontribusi dari penduduk Brunei.
[MGID]
Sebagaimana diketahui, paling tidak 65% dari 420 ribupenduduk Brunei adalah Muslim.(""")