Pesisirnews.com - Aksi bidadap serangan dengan penemabakan massal di dua masjid di Christchurch, New Zealand, telah menewaskan 40 jamaah dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, Jumat (15/3/2019).
Baca Juga :Warga Imbon Bagan Batu Barat Digrebek Polisi di Sebuah Rumah Kontrakan, Ini Penyebabnya
Dilansir dari pojoksumut.com, Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern telah mengonfirmasi jumlah tersebut, dan setidaknya ada 20-an orang ditemukan dalam kondisi terluka.
Jacinda Ardern menjelaskan serangan di Jumat berdarah itu tampak sudah direncanakan.
Meski disebutkan ada 20 an luka-luka, informasi dari Rumah Sakit Christchurch menerima 48 pasien dengan luka tembak dengan beragam usia dari anak-anak hingga orang dewasa dari luka besar dan kecil.
Baca Juga :Romahurmuziy Ditangkap KPK, BPN Prabowo - Sandi Bilang Begini
David Meates, Chief Executive of Canterbury District Health Board menamabahkan saat ini ada sekira 200 anggota keluarga menanti kabar dari orang yang mereka cintai.
Sedangkan, Komisaris Polisi setempat, Mike Bush mengatakan jumlah korban bisa saja bertambah.
Dia menjelaskan polisi telah menangkap empat tersangka, dimana tiga pria dan satu perempuan. Namun, hingga kini belum diketahui motif para pelaku.
Namun, keempatnya diketahui sebagai orang-orang yang anti Islam dan acap kali bercuit tentang kebencian terhadap Islam dan kaum imigran.
Baca Juga :Wow..Belum Lama Jabat Pjs Kapolsek di Pujud, Iptu Amru Abdullah SIK SH Ungkap Peredaran Narkoba di Pujud
Sementara itu, saat ini beredar luas video detik-detik pelaku masuk ke masjid dan langsung membabibuta menembakkan senjata ke arah dada jamaah. Suara teriakan terdengar jelas.(dan).