CIA Menyimpulkan: Mohammed bin Salman Perintahkan Bunuh Khashoggi

Haikal - Sabtu, 17 November 2018 16:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112018/pesisirnews_-CIA--Mohammed-bin-Salman-Perintahkan-Bunuh-Khashoggi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com-Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat alias CIA secara resmi menyimpulkan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammad bin Salman memerintahkan pembunuhan atas jurnalis Jamal Khashoggi.

Washington Post ? media tempat Khashoggi menjadi kolumnis ? memberitakan pejabat negeri Pakde Sam meyakini kesimpulan CIA itu adalah benar meski bertentangan dengan pernyataan sekutu mereka, Saudi.

The Post juga memberitakan kesimpulan CIA itu bakal menyulitkan Presiden Donald Trump untuk menjaga hubungan dengan Saudi sebagai sekutu utama di Timur Tengah.

Gedung Putih menolak mengomentari pemberitaan The Post yang mengutip CIA tersebut. Kantor kepresidenan menegaskan, semua hal tersebut adalah masalah intelijen. Departemen Luar Negeri AS juga menolak berkomentar.

The Post, mengutip sumber anonim yang terlibat dalam investigasi CIA terhadap pembunuhan Khashoggi, melaporkan badan intelijen tersebut membuat kesimpulan seperti itu setelah memeriksa sejumlah agen mereka.

"Termasuk memeriksa panggilan telepon kakak Putra Mahkota, Khalid bin Salman ? yang juga menjabat duta besar Saudi untuk AS ? yang mengontak Khashoggi," tulis The Post.

Khalid, dalam sambungan telepon yang diungkap CIA tersebut, meminta Khashoggi datang ke kantor Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul Turki guna mengambil dokumen yang diperlukan.

Kakak putra mahkota juga mengatakan kepada Khashogi bahkan keselamatan dirinya dijamin saat mendatangi konsulat jenderal.

Khalid, tulis The Post, tidak bisa dikonfirmasi apakah mengetahui Khashoggi bakal dibunuh dalam kantor konsulat jenderal. Yang pasti, Khalid membuat panggilan telepon ke saudara laki-lakinya ? Mohammed bin Salman ? setelah menelepon Khashoggi.

Maher Mutreb, seorang pejabat keamanan yang sering terlihat berada di sisi mahkota pangeran, juga diketahui menelepon Saud al-Qahtani, seorang pembantu untuk Pangeran Mohammed.

Maher menelepon Al-Wahtani untuk untuk memberitahukan kepadanya "operasi telah selesai" pada tanggal 2 Oktober 2018, bertepatan dengan hilangnya Khashoggi.

Setelah The Post menerbitkan artikel tersebut, Khalid bin Salman menepis informasi bahwa pernah meminta Khashoggi untuk pergi ke Turki.

Khalid mengklaim, kali terakhir berkomunikasi dengan Khashoggi adalah melalui pesan singkat pada tanggal 26 Oktober 2017, hampir setahun sebelum jurnalis itu tewas.

"Saya tidak pernah berbicara dengan Khashoggi melalui telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun. Saya meminta pemerintah AS untuk merilis informasi apa pun terkait klaim ini, " kata Khalid.

Sementara sebelumnya, Putra Mahkota Saudi telah lebih dulu membantah mengetahui apalagi terlibat dalam pembunuhan Khashoggi pada tanggal 2 Oktober 2018. (sulselsatu.com)


Tag:

Berita Terkait

International

Andi Arief: Sandi Uno Kita Tutup Jadi Cawapres, PKS: Mungkin Saja Anies Berjodoh dengan Sandi

International

Anas Urbaningrum akan Berikan Kejutan Setelah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Selasa Besok

International

Partai Demokrat Waspada, Mohon Rakyat Ikut Memantau Intervensi Politik

International

AHY Berharap Anak-anak Muda Bisa Menyudahi Politik Uang, Politik Identitas dan Politik Fitnah

International

Aset M Nazaruddin yang Dirampas KPK Dilelang Rabu Depan di Pekanbaru, Ini Link Penawarannya

International

Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah Bekuk Pengguna Narkoba Di Balai Jaya