PESISIRNEWS.COM - Kuli bangunan adalah salah satu pekerjaan yang menurut mayoritas masyarakat adalah orang yang yang tidak begitu peduli dengan agama (jarang shalat, red). Namun berbeda dengan laki-laki yang satu ini, Yan, pria lajang kelahiran 23 tahun yang lalu asal Kampar ini adalah sosok laki-laki yang begitu semangat dalam menuntut ilmu dan rajin shalat. " Kita hidup dizaman fitnah, maka sibukkanlah diri dengan ilmu, karena kita hidup diakhir zaman," Ungkap anak ke Empat dari Lima bersaudara ini yang selalu rutin mengikuti kajian agama, yang ada diberbagai Masjid di Pekanbaru. Pekerjaannya sebagai kuli bangunan tidak menghambat dia untuk belajar dan menuntut ilmu sar'i. Biasanya dia rutin mengikuti kajian pada malam hari, karena disiang harinya dia bekerja. " Hari selasa biasanya saya mengikuti kajian rutin tafsir di Masjid Siratul jannah ba'da Magrib," ungkapnya. Saat ditanyakan sudah berapa lama dia mengikuti kajian rutin tersebut, Yan mengatakan baru sekitar Satu tahun. Masih banyak lagi kajian yang selalu dia hadiri, karena menurut dia menuntut ilmu itu adalah perkara yang dianjurkan agar kita bisa beragama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah salallah 'alaihi wasallam. Karena sangat banyak umat saat ini mereka beragama mengikuti nenek moyang saja, walaupun tidak sesuai dengan tuntunan Rasul.Saat ditanya berapa gaji Yan perbulan dia menjawab, "gaji saya 100 ribu sehari, saya gajian sekali seminggu. Alhamdulillah, cukup untuk saya dan membantu keluarga," tambah pria mantan gitaris band ini.Yan menjadi personil salah satu band yang ada di Pekanbaru sekitar Enam Tahun yang lalu. Dia mengungkapkan pengalaman dia menjadi musisi, " Ratusan lagu yang saya hafal bang, bahkan saya tau nama personilnya dan data diri mereka, namun tak ada yang saya hafal dari Al-Qur'an kecuali hanya sedikit," ungkap pria yang juga mantan pecandu rokok ini.Orang tua Yan bekerja sepagai petani penyadap karet bersama abangnya, namun karena harga karet turun, penghasilan menyadap karet tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.Saat ditanya apa cita-cita Yan, dia mengatakan, "kalau Allah memberikan saya harta yang lebih, semoga Allah menjauhkan saya dari sifat pelit, dan semoga saya diberikan kemudahan untuk menggapai kebahagiaan yang abadi, karena menurut saya kebahagiaan yang abadi itu adalah saat kita di masukkan ke surga dan dijauhkan dari api neraka, itulah cita-cita tertinggi,". ungkap lelaki yang pernah menjadi petugas Mushallah Al-Mukhlisin ini.Saat ditanyakan sejak kapan dia mulai rajin beribadah, dia mengatakan, "2010 Allah memberikan hidayah yang tidak ternilai harganya bagi saya, sehingga saya dimudahkan untuk memahami dienul Islam dan Sunnah Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam.Terakhir Yan berpesan kepada para remaja dan pemuda yang menjadi harapan agama dan bangsa ini, "teruslah menuntut ilmu dan amalkanlah ilmu yang telah kita dapatkan, namun ingatlah, amalan kita hanya akan diterima Allah dengan dua syarat, yakni ihklas dan mengikuti sunnah rasul, maka beragamalah mengikuti dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah, karena kelak kitalah yang akan menjadi pengganti dari generasi yang akan berlalu," Tutupnya.Demikianlah potret dari seorang remaja yang begitu semangat dalam mengejar kampung akhirat, semoga kita semua termotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Liputan khususOleh: Abu Hanifah