Bupati Meranti: Saya Mencium Ada yang Ditutupi

Pengadaan Mesin PLN Riau-Kepri Diduga Sarat Permainan

Editor: Erick Afnando
- Minggu, 06 Juli 2014 19:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir072014/1404651795bupati Meranti.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bupati Meranti, Drs. Irwan Nasir MSi
SELATPANJANG-Pesisirnews.com: Pengadaan mesin PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau diduga ada unsur sarat permainan di bagian direksi PLN sendiri. Dugaan tersebut dikarenakan janji PLN yang akan menuntaskan permasalahan listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti tak kunjung terealisasi."Saya mencium ada sesuatu yang terjadi dalam pengadaan itu, sepertinya ada yang ditutup-tutupi," kata Bupati Kepulauan Meranti, Drs. Irwan Nasir MSi ketika ditemui sejumlah wartawan.Dikatakan Irwan lagi, kecurigaan ini muncul setelah permasalahan pengadaan mesin ini tidak tuntas-tuntas dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat Kepulauan Meranti. Untuk itu, ia meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas pengadaan mesin ini. Sebelumnya kata Irwan, pihak PLN Rayon Selatpanjang menjanjikan bahwa kelistrikan di Selatpanjang dan sekitarnya akan normal sebelum Pilpres 9 April 2014 ini, namun pihak PLN malah tidak bisa menjamin kalau listrik di kota sagu itu akan normal. Kemudian lanjut Irwan, berdasarkan rapat Muspida beberapa waktu lalu, PLN kembali menjanjikan bahwa target listrik normal pada tanggal 10 Juli 2014, sebab PLN akan mendatangkan mesin sebanyak 5 unit dengan total daya 5 Mega Watt yang mana dikabarkan mesin itu telah berada di Batam. "Lagi-lagi PLN mangkir dengan janji itu. Terakhir dia (Manejer PLN Rayon Selatpanjang Doddy Prariyadi, red) menghubungi saya, dia mengatakan tidak bisa menghubungi rekanan yang menyediakan mesin. Ini kan aneh, masa tidak bisa menghubungi rekanannya," tambah Irwan pula. Selain itu, Irwan juga membandingkan antara Pemda dengan PLN dalam hal pengadaan mesin untuk listrik. Irwan mengatakan, Pemda dalam hal menyediakan mesin tidaklah serumit yang ditunjukkan PLN saat ini. "Terus terang sudah sangat banyak mesin yang kita datangkan untuk desa-desa, tidak serumit ini. Setelah ada pemenangnya, dikerjakan, tuntas, tapi kasus ini kok tak tuntas-tuntas, sepertinya pemerintah pusat tidak ada niat untuk mencarikan solusi, kalau masalah administrasi telah kita fasilitasi kenapa permasalahan yang sudah rumit dan merugikan masyarakat kok sepertinya mereka tutup mata, saya menduga ada permasalahan dalam pengadaan mesin itu. Ini perlu diungkap, penegak hukum tolong masuk ke dalam persoalan ini," tambah Irwan dengan nada kesal. Sebelumnya, Manejer PLN Rayon Selatpanjang, Doddy Prariyadi, mengatakan bahwa 5 unit mesin berdaya 5 MW itu akan diberangkatkan dari Batam ke Selatpanjang mengingat semua administrasi pengiriman telah diselesaikan rekanan. Namun, belakangan diakui Irwan bahwa PLN Rayon Selatpanjang tidak bisa pula menghubungi rekanan yang mengadakan mesin itu. (sas)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Desa Sungai Intan Perwakilan Kab Inhil Calon Percontohan Desa Anti Korupsi KPK RI 2025

Berita

Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi PT SPR BUMD Riau, Kerugian Capai Rp33 Miliar*

Berita

Ketua PW-IWO Riau Meminta KPK Turun ke Indragiri Hilir: Awasi Secara Ketat Kegiatan Kepala Desa

Berita

Mantan Kepala Desa Di Indragiri Hilir Masuk DPO Polres Inhil

Berita

Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat

Berita

Jadi 'Anak Emas' PLN, Bagaimana Sepak Terjang PT Sahitya Amartya Konsultama?