BOS SDN 30 Sai ALam Bengkalis Diduga Diselewengkan:

Bendahara sekolah: Saya Tak Mau Jadi Kambing Hitam

- Rabu, 01 Oktober 2014 14:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102014/1412154665228805244Meja belajar tak pernah direhab, Siswa SDN 30 terpaksa belajar menggunakan meja rusak.JPG): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Meja belajar tak pernah direhab, Siswa SDN 30 terpaksa belajar menggunakan meja rusak.
BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Bantuan Operasi Sekolah (BOS) yang mulai di gelontorkan Pemerintah Pusat khusus di SD Negeri 30 Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis diduga tidak disalurkan semestinya, sehingga anak murid di sekolah mencapai 174 siswa belum pernah menikmati bantuan tersebut.Menurut ketarangan guru sekolah SDN 30 Silfia, mengaku tidak tahu menahu terkait dana BOS disalurkan oleh pihak sekolah dari pusat tersebut, lantaran persoalan alokasi dana BOS yang melaksanakan pihak Bendahara dan Kepala Sekolah."Saya tidak tahu masalah dana bos yang diperuntukkan di sekolah kami, tapi saya cermati dari sejak dana bos disalurkan oleh pusat tahun 2006 hingga kini, nampaknya belum ada tanda tanda dinikmati anak anak murid secara jelas, saya dan 12 guru lainnya ya mengajar dengan apa adanya, walaupun meja kursi yang sudah tidak layak untuk tempat belajar, "tuturnya, Selasa (30/9/2014).Sementara itu, Bendahara sekolah SD 30, Basrin mengungkapkan dan mengakui setelah mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan di Pekanbaru beberapa waktu lalu, dengan tegas mengundurkan diri menjabat sebagai Bendahara di SD tersebut, karena dirinya tidak mau dijadikan kambing hitam persoalan skandal dana BOS di SD tersebut yang diduga kuat dilakukan Kepala Sekolahnya.Sebagai bendahara dari sejak awal dana BOS diberlakukan tahun 2006 hingga kini, baru sekali anak sekolah dibelikan baju dari dana BOS tersebut dan untuk yang lainnya memang tidak ada, termasuk rehab meja kursi tempat siswa belajar."Makanya kemarin saya sudah mengajukan mengundurkan diri sebagai bendahara sekolah, sebab resikonya berat dan saya juga tidak mau dikambing hitamkan terkait pemyaluran dana BOS disekolah ini, tapi pengunduran saya ini tidak disetujui oleh Kepala Sekolah dan sebelumnya sayapun pernah menyampaikan pada Kepsek, apa saja arah penyaluran dana BOS, tapi tidak pernah digubrisnya, "terangnya.Disisi lain, Kepala Sekolah (Kepsek) Herdawati saat dijumpai menyampaikan, lantaran dirinya sibuk sebagai pimpinan di SD tersebut, tidak sempat memikirkan akan diarahkan kemana dana BOS yang telah diterima setiap tahunnya dari 2006-2013 kemarin yang hingga kini bila dikumpulkan mencapai setengah Milyar lebih, "disebabkan sibuk, dana BOS disetiap tahunnya itu, kita alokasikan untuk mengikuti kegiatan perlombaan siswa, "elaknya.Disamping itu, lanjut Kepsek Herdawati, bahwa seluruh program alokasi dana BOS yang melaksanakan pihak Bendahara, sedangkan dirinya mengaku hanya mendatanganinya saja, "saya sebagai Kepsek hanya sebatas memdatangani pengeluaran dana BOS, "ungkapnya lagi.(yee)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Nama Dirut Darmawan Prasodjo Terseret Pusaran Dugaan Korupsi Batu Bara PLN

Berita

Wabup Yuliantini Ikuti Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Secara Virtual

Berita

Polri Tetapkan Dua Tersangka Korupsi PT SPR BUMD Riau, Kerugian Capai Rp33 Miliar*

Berita

Mantan Kepala Desa Di Indragiri Hilir Masuk DPO Polres Inhil

Berita

Terkait 3 Kasus Dugaan Korupsi, Kortas Tipikor Polri Mulai Periksa Pejabat PLN Pusat

Berita

Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Ingatkan Ciptakan Pemerintahan Yang Bersih