Pesisirnews.com,Cekcok dalam rumah tangga diduga menjadi pemicu M Akbar alias Abdul Malik nekat membunuh istrinya, Indria Kameswari yang merupakan PNS Badan Diklat BNN Lido. Selain cekcok, kakak Akbar bernama Siti Nuraeni mengatakan Indria sering meminta uang banyak kepada Akbar.Dia mengatakan Indria bahkan juga meminta Akbar untuk bertanggungjawab atas utang ibu Indria sekitar Rp 150 juta. "Bukan main, bukan diporotin lagi," kata dia saat di Polres Bogor, Senin (4/9).Jika permintaan tak dituruti, lanjut Siti, Indria sering mengamuk. Tak hanya makian, pukulan Indria juga bersarang di tubuh Akbar.Menurutnya untuk menuruti permintaan dan atas bujukan Indria, Akbar nekat menggadaikan rumah milik ibunya sendiri di Warakas, Jakut. "Terus, sampai-sampai rumah ibu saya di Warakas 1, Gang 2 Nomer 9, itu digadaikan akibat ojokan (bujukan) dari Ibu Indria, ini tulisan Ibu Indria, yang nulis Ibu Indria Kameswari," kata Siti."(Isi tulisan) Diberikan, adik saya (di)suruh diberikan kuasa untuk menjual, surat kuasa, ibu saya dipaksa. Ini tanda tangannya bukan tanda tangan ibu saya. Dibikin juga karena bujukan dia, pokoknya adik saya seperti remot Pak, kalau dia (Indria) bilang A ya A, kalau (enggak) itu dipukul, dihajar," lanjutnya.
Rumah Keluarga Abdul Malik Azis, pembunuh PNS BNN (Foto:Kevin Kurnianto/kumparan)Siti pernah menyarankan Akbar untuk berpisah dengan Indria jika cekcok terus berlanjut. Dia juga sempat ingin melaporkan Indria ke KASN setelah melihat tubuh Akbar penuh luka lebam. Namun kala itu, Akbar menolak saran Siti lantaran masih ingin berumah tangga dan cinta dengan Indria.Akbar dan Indria menikah pada tahun 2012. Mereka berkenalan melalui media sosial, Facebook. Tanggal 1 September menjadi akhir cerita rumah tangga mereka. Akbar nekat membunuh Indria dengan senjata api di rumah yang mereka kontrak di perumahan River Valley, Cijeruk, Bogor.
Indria dan suami. (Foto:Dok. Hendry)Sumber kumparan.com