RENGAT - Ketika lingkungan tempat tinggal kita sudah tidak nyaman lagi, dengan semakin bobroknya moral beberapa manusia yang memperturutkan hawa nafsu, maka anak-anak kita akan menjadi ancaman syahwat mereka.Seperti kejadian di Kabupaten Inhu provinsi Riau ini. Seorang gadis yang baru berumur 15 tahun warga Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) nyaris diperkosa tetangga sendiri, saat ditinggal kedua orangtuanya. Memang, seharusnya saat orangtua tidak di rumah, tidak boleh menerima tamu siapapun kalau bukan mahram.Sebut saja namanya Nyaris (15) yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMP dan sedang mengikuti Ujian Nasional (UN) di salah satu SMPN di Kecamatan Peranap, pada Senin (9/5/2016) malam, nyaris diperkosa tetangganya sendiri."Tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur ini dilaporkan oleh ibu korban berinisial SM (36) pada Selasa (10/5/2016) kepada Polsek Peranap yang tidak terima atas perbuatan terlapor, bernama Israk alias Ica (23)," ujar Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo melalui Paur Humas Polres Inhu Iptu Yarmen Djambak, Rabu (11/5/2016).Kejadian nyaris diperkosanya korban berawal pada Senin malam saat korban hanya berdua dengan adiknya sedang belajar guna menghadapi UN. Dimana tiba-tiba terlapor Israk datang dengan berpura-pura numpang ngecas HP, sementara saat itu kedua orang tua korban sedang tidak ada di rumah."Ketika melihat kedatangan terlapor, korban meminta tolong agar terlapor mengecek minyak mesin genset yang berada di samping rumah. Namun kesempatan itu digunakan terlapor untuk melakukan aksinya terhadap korban yang saat itu berdiri di pintu rumah, dengan langsung memeluk korban dari belakang," ucapnya.Terlapor yang sudah dirasuki setan kemudian mengangkat korban yang meronta-ronta dan membawanya ke bawah pohon sawit yang berada di samping rumah korban. Pelaku kemudian membaringkan korban sambil melucuti bajunya. Namun usaha terlapor untuk memperkosa korban gagal."Walau terlapor tak berhasil memasukkan alat kelaminya pada korban, namun terlapor sempat memasukkan jari tangannya ke alat vital korban sambil menciumi korban. Namun karena korban terus menjerit minta tolong sambil menangis, terlapor kemudian menghentikan aksinya," ungkapnya.Keesokan harinya seusai mengikuti UN, korban memberitahu kepada orang tuanya atas apa yang telah dilakukan terlapor terhadap dirinya. Mendengar penuturan anaknya yang masih dibawah umur telah dikecehkan dan nyaris diperkosa, orang tua korban yang tidak terima atas perlakuan terlapor langsung melaporkanya kepada Polsek Peranap.Pelaku pun langsung ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini masih didalami kasus tersebut dengan memeriksa para saksi dan mengumpulkan alat bukti.Sumber: Riauterkini.com