PESISIRNEWS.COM, PANGKALANKERINCI - Untuk menekan angka kejahatan di wilayah hukum kabupaten Pelalawan, jajaran Mapolres menggelar operasi premanisme. Alhasil, delapan orang tanpa identitas terjaring pada operasi yang digelar kurang dua jam, Jumat sore (4/3/2016) hingga menjelang malam kemarin.Operasi yang dimpimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Herman Pelani dan dibantu 11 personil gabung Opsnal dan Shabara, dimulai pukul 17.15 dan berakhir pukul 19.00 wib, menyasar sejumlah tempat diduga berpotensi maksiat. Misalnya, target operasi menyasar tempat-tempat bilyar, warung tuak, dan kafe remang-remang.Menurut Herman Pelani, Sabtu (5/3/16) menuturkan operasi yang digelar secara dadakan ini berguna untuk menekan angka kriminilitas yang terjadi dikabupaten Pelalawan. "Tujuannya, operasi ini adalah untuk mencegah angka kriminilitas dikabupaten Pelalawan," terang Herman.Tidak itu saja, sebut Kasat, banyak laporan masyarakat bahwasanya, tempat-tempat tempat permain bilyar, warung tuak meresahkan masyarakat."Banyaknya kita mendapat laporan masyarakat tempat-tempat meresahkan masyarakat," tegas Kasat.Menurut Kasat, operasi yang digelar, kurang lebih dua jam ini, diberbagai tempat bagi pengunjung diintrogasi sementara yang tidak memiliki identitas, diangkut ke Mapolres Pelalawan untuk didata."Pengunjung yang terjaring tidak memiliki KTP dibawa ke Mapolres Pelalawan untuk didata serta diberikan Arahan, Nasehat dan bimbingan," tanda Kasat.Kedelapan yang diduga premanisme dan tidak memiliki KTP, jelas Kasat, SA (21) dari warung Bunda KM 1 Langgam, SL (32) dari gang 2000 bilyard milik Pendi, FN (22) dari warung Papi jalan Lingkar, SM (21) dari warung Rina KM 3, IW (45) dari warung Robert KM 1, NO (34) dari warung Robert KM 1, SU (25) dari bilyard KM 3 dan AR (23) warung Marsada KM 1.Sumber: Riauterkini.com