Pria yang Merampok Tetangganya di Pekanbaru Akhirnya Diciduk di Cirebon, Polisi Hadiahkan Timah Panas

- Senin, 08 Februari 2016 10:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022016/pesisirnews_Pria-yang-Merampok-Tetangganya-di-Pekanbaru-Akhirnya-Diciduk-di-Cirebon--Polisi-Hadiahkan-Timah-Panas.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
goriau.com
MD saat di RS Bhayangkara.
PESISIRNEWS.COM, PEKANBARU - Sempat buron selama 26 hari, pelaku perampokan sadis yang menculik dan menganiaya korban atas nama Azizah (50), akhirnya dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru-Riau, di persembunyiannya, daerah Gunung Jati, Cirebon.Kasus penculikan dan penganiayaan yang dialami wanita bernama Azizah (50) terjadi pada Senin (11/1/2016) siang lalu, warga Perumahan Permata Ratu, Jalan Parit Indah Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru tersebut ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka menganga di kepala.Tak tanggung-tanggung, saat itu Azizah diselamatkan warga dalam kondisi kritis di parkiran Hotel Grand Malindo Kota Bukittinggi, Sumbar, yang jaraknya ratusan kilometer dari Kota Pekanbaru. Sejak dilaporkannya peristiwa ini, kepolisian di Pekanbaru langsung melakukan pengejaran, dan 26 hari setelahnya, pelaku pun berhasil ditangkap.Dia adalah MD (45), selaku tersangka tunggal dalam peristiwa perampokan berdarah tersebut. Ia diciduk polisi pada Sabtu (6/2/2016) siang, di daerah Gunung Jati Cirebon. "Kita bawa hari itu juga ke Pekanbaru guna proses penyidikan serta mencari barang bukti kejahatan lainnya," sebut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Senin (8/2/2016).Setibanya di Pekanbaru, MD ternyata kembali bikin ulah. Dia nekat berusaha kabur saat polisi memintanya untuk menunjukkan lokasi-lokasi tempat dia menyembunyikan barang bukti kejahatan. Tak ingin tangkapannya lolos, pistol aparat berwajib pun menyalak, dan sebutir peluru bersarang di betis kanan MD hingga membuatnya ambruk."Dia berusaha kabur dan kita sudah lepaskan tembakan peringatan, namun MD tidak mengindahkan, maka kita lumpuhkan dengan tembakan terukur di betis kanan," ungkap Kompol Bimo Ariyanto di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Kota Pekanbaru.Dengan wajah meringis lantaran dibedil polisi, MD mengaku nekat berbuat sekejam itu lantaran dipicu rasa sakit hati dan dendam. Pasalnya, korban pernah menolak ketika MD meminjam uang kepadanya.MD dan Azizah hidup bertetangga di Perumahan Permata Ratu, Jalan Parit Indah Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru-Riau. Kenal cukup lama, MD pun sudah sangat akrab dengan korbannya. "Sudah lama kenal, saya sama dia bertetangga," sebut MD di RS Bhayangkara.Ceritanya, pernah saat itu ia mendatangi Azizah dengan maksud meminjam uang, namun korban enggan memberikan. Ini yang diduga jadi latar belakang aksi perampokan tersebut. Ditambah lagi, Azizah ternyata sempat menceritakan hal tersebut kepada istri pelaku."Udahlah tak mau pinjamkan uang, dia cerita pulak sama istri saya. Akhirnya saya bertengkar sama istri. Cuma itu penyebabnya, yang lain tak ada. Saya saat itu spontan aja," akui MD. "Awalnya cuma mau kasih pelajaran sama dia (Azizah)," sambungnya."Kebetulan saat itu di Jalan Parit Indah saya lihat mobil dia. Saya langsung pura-pura menumpang (ke rumah). Pas itulah saya rampok. Saya pukuli dia terus membawanya sampai ke depan Hotel Grand Malindo, Bukittinggi. Saya tinggalkan dia di sana," lanjut MD.Saat itu, MD mengaku belum punya niat untuk menggondol uang dan harta benda korbannya. Namun didesak uang, pelaku akhirnya mengambil kartu ATM dan perhiasan korban. "Isi ATMnya sekitar Rp5 juta, terus perhiasan," ungkapnya.Setelah itu, MD lalu pergi ke suatu tempat di Sumatera Barat. Di sana ia sempat bersembunyi beberapa minggu, sebelum akhirnya melanjutkan pelarian ke Gunung Jati, Cirebon. Disanalah MD kemudian dibekuk.Akibat aksi balas dendamnya, Azizah mengalami luka berat di kepala, bahkan saat ditemukan ia sudah dalam kondisi kritis dengan sejumlah luka menganga. "Kalau mobilnya nggak saya ambil. Niat saya bukan merampok, cuma sakit hati aja," kilah pelaku."Kondisi Ibu Azizah sudah membaik, namun masih mengalami trauma psikis berat. Motifnya diduga karena sakit hati dan butuh uang," sebut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto.Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: Goriau.com


Tag:

Berita Terkait

Hukrim

Jaksa Tuntut Mantan Kapolres Bukittinggi 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 2 Miliar

Hukrim

Pelaku Perampokan Menggunakan Senjata Api Di Ringkus Polres Inhil

Hukrim

Ketahuan Curi Kotak Amal, Seorang Pria di Bukittinggi Nyaris di Amuk Massa

Hukrim

Polisi Kembali Berhasil Ringkus 2 Kawanan Rampok di Rohil Setelah 3 Rekan Pelaku Ditangkap

Hukrim

Tiga Kawanan Rampok di Rokan Hilir Diringkus Polisi

Hukrim

Bejat, Pria 40 Tahun di Luwu Rampok 2 Remaja, Seorang Dipaksa Melakukan Persetubuhan