PESISIRNEWS.COM - Kematian Wayan Mirna Salihin setelah meminum Es Kopi Vietnam di Olivier Cafe, West Mall, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat pada Rabu 6 Januari 2015 berbuntut panjang. Kali ini Polisi menjadwalkan Jessica Kusuma Wongso (Rekan Korban) untuk diperiksa kedua kalinya sebagai saksi terkait kasus kematian temannya.Pemeriksaan akana dilakukan dengan metode investigasi ilmiah ini untuk mensinkronisasikan temuan-temuan penyidik dengan alibi-alibi para saksi."Beberapa saksi diulang pemeriksaan dengan metode menggunakan scientific investigation. Kasus ini mengalami kemajuan. Kami melakukan beberapa langkah membuat terang peristiwa hingga ditemukan tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/1/2016).Krishna mengatakan hari ini, anggotanya serta 2 saksi ahli akan melakukan gelar perkara untuk mengonstruksi analisis kronologi kasus ini. Butuh waktu sekitar 1 sampai 2 hari bagi anggotanya untuk konstruksi.Kemarin Direskrimum telah melakukan gelar perkara. Nanti dikonstruksi dan analisa, kami akan bisa mengembangkan pada peristiwa terjadinya dan siapa tersangkanya. 1 sampai 2 hari kami konstruksi kasus. Petunjuk nanti dituangkan di BAP," jelas Krishna.Dia mengatakan, objek yang akan dijadikan landasan konstruksi antara lain hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, keterangan saksi termasuk saksi ahli dan temuan fakta lainnya di lapangan."Kami menunggu BAP dari Puslabfor dan ketika BAP keluar (1 dokumen forensik dan 2 keterangan ahli), (lalu) dikonstruksi penyidik dengan ketersesuaian fakta-fakta lain," ujar Krishna.Peristiwa kematian Mirna terjadi saat Mirna berencana menghabiskan waktu luang dengan ngopi cantik bersama dua sahabatnya,yaitu Hani dan Jessica Kusuma Wongso.Jessica yang memesan tempat beserta minuman datang 40 menit lebih awal. Setelah itu Mirna dan Hani menyusul sekitar pukul 17.25 WIB. Saat duduk dan menyeruput es kopi Vietnam, tubuh Mirna seketika kejang dan mulutnya berbusa.Mirna lalu dilarikan ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat namun nyawanya tak tertolong. Polisi memastikan, kopi yang diminum Mirna mengandung zat beracun sianida. (liputan6)