PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pemuda Riau (AMPER) melakukan aksi dan menyerahkan bukti dugaan kecurangan Pilkada Kuansing yang dilakukan pasangan nomor urut 2 inisial H. Bukti yang diberikan yakni video dan bukti lainnya.Aksi dilakukan berawal di Kejati Riau Jalan Jendral Sudirman dan dilanjutkan ke Polda Riau di jalan yang sama, Senin (28/12/2015). Di Kejati, massa disambut oleh Kasi II Intel Denny AP. Kepada mahasiswa dan pemuda yang melakukan aksi ini, Denny mengaku mengapresiasi upaya pengawasan para mahasiswa dan pemuda dalam Pilkada Kuansing."Dugaan money politic, ini tentu kewenangan Gakumdu dan Panwaslu. Apabila nanti ada pidana maka sampai di pengadilan, disini kewenangan kita. Memang kejaksaan sifatnya pasif," ungkap Denny.Kemudian di Polda Riau, massa diterima Kasubdit Dalmas Endry. Massa kemudian menyerahkan satu berkas bukti dugaan kecurangan Pilkada Kuansing tersebut berupa kaset CD dalam map berwarna biri dan diterima oleh Kasubdit Dalmas Endry."Kita terima barang bukti ini dan akan kita sampaikan ke Reserse," tuturnya.Dalam aksi ini, massa menyebut bahwa telah terjadi dugaan money politic atau suap atau korupsi dalam proses Pilkada Kuansing dalam massa tenang. Aparat diminta untuk segera mengusut dugaan tersebut agar kedepan tidak ada pemimpin daerah di Riau yang duduk dari hasil money politic.Massa juga menyampaikan bahwa dugaan kecurangan ini juga sudah tersebar luas di media, seperti di Youtube berjudul "Kecurangan Pilkada Kuansing H. halim Alias Aliang" yang menampilkan calon tersebut diduga sedang membagikan uang kepada seorang warga.Usai menyampaikan aspirasi dan sejumlah barang bukti serta selebaran kepada para pengendara yang melintas di depan Polda dan Kejati, massa kemudian membubarkan diri secara tertib.
Ikuti perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI(rik)