JAKARTA, PESISIRNEWS.com– Organisasi penyandang disabilitas temui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor KPK mendiskusikan dugaan korupsi pada program bantuan pemerintah yang mereka terima.
Kedatangan para penyadang disabilitas yang terdiri dari tujuh organisasi tersebut diwakilkan oleh Direktur Bandung Independen Leaving Center Yuyun Yuningsih bersama dengan perwakilan lainnya diterima oleh Bambang Widjananto salah satu pimpinan KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/6).
Pertemuan tersebut membahas indikasi dugaan korupsi dalam program bantuan dari pemerintah yang memberikan intensif Rp 300 ribu per bulan bagi setiap penyandang disabilitas kategori berat yang diberikan per tiga bulan sebesar Rp 900 ribu sejak tahun 2005.
Namun hal tersebut menurut Yuyun Yuningsih tidak sesuai dengan apa yang diterima, karena menurutnya ada indikasi pungutan liar (pungli) dari Dinas Sosial yang memotong sebesar Rp 100 ribu.
Yuyun juga mengatakan ada 25 jenis program bantuan lainnya yang dilaporkan kepada KPK termasuk bantuan yang diterima dari kementerian maupun dinas sosial.
Dalam keterangan persnya usai menggelar pertemuan, meminta kepada KPK untuk mengkaji serta mempelajari laporan yang diserahkan agar KPK bisa masuk untuk mengusut masalah tersebut.
Editor : yulistar