MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Guna mengantisipasi masuknya obat terlarang di Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH Msi, Senin (30/11) melakukan kampanye untuk menggempur peredaran narkoba."Narkoba merupakan musuh bersama. Kita selamatkan generasi penerus bangsa ini dari bahaya narkoba. Mari kita sama-sama memberantasnya," ujarnya usai mengikuti upacara HUT Korpri ke-44 di halaman kantor Bupati Meranti, Jalan Dorak Selatpanjang.Dikatakan Pandra juga, sebanyak 70 persen kasus yang ditangani pihak Polres Meranti saat ini adalah terkait keterlibatan narkoba. Kata dia, kasus narkoba tidak hanya menjerat orang-orang dewasa, namun telah merambah ke para pelajar, mahasiswa bahkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS).Orang yang terlibat dalam kasus narkoba, Lanjutnya, lantaran kurang adanya pengawasan terutama dari pihak keluarga ity sendiri. Ke depan, kata dia, peran serta masyarakat terutama orang tua sangat diharapkan dalam melakukan pemberantasan narkoba.Disadari bahwa keterbatasan personil anggota Polres Meranti saat ini, menjadi faktor utama untuk melakukan pemberantasan narkoba."Peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba di kota sagu ini sangat diharapkan. Termasuk pemerintah daerah serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat," ungkap Pandra.Sementara itu, Kepala Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2 Selatpanjang, Wiwid Feriyanto Rahadian, mengatakan bahwa dari tahanan yang ada saat ini berjumlah ratusan orang, didominasi oleh tahanan terlibat dalam kasus narkoba."Didominasi oleh tahanan terlibat kasus narkoba. Satu orang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil," katanya.Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Drs Iqaruddin, mengatakan memerangi narkoba tidak hanya dilakukan oleh anggota Polri. Namun pemberantasan narkoba merupakan tugas bersama."Bukan hanya tugas polisi saja, tapi seluruh masyarakat termasuk pemerintah maupun TNI serta aparat penegak keamanan lainnya ikut serta dalam memberantas narkoba di negeri ini, khususnya di Meranti," ungkap Iqaruddin mengakhiri.(Adi)