MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Guna pengamanan pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga pencoblosan 9 Desember mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Meranti menurunkan sebanyak 130 anggota kepolisian dan pasukan cadangan Brimob Polda Riau.Hal itu disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH Msi, Minggu (29/11). Dikatakan Pandra juga, anggota kepolisian dan pasukan cadangan Brimob tersebut dikerahkan untuk melakukan pengamanan menjelang hingga selesai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021. Dengan demikian, terjadi hal kecil apapun dapat terdeteksi oleh pihak kepolisian."Harus diakui bahwa kita sedang belajar berdemokrasi. Tentu ada etika-etika yang harus kita pahami. Saya melihat masyarakat Meranti pada umumnya, Alhamadulillah sudah memahaminya, soal bagaimana menjaga keamanan. Dan mudah-mudahan hingga akhir pilkada nanti, tetap kondusif," ujarnya.Lanjut Pandra, kondisi Meranti hingga saat ini masih tetap kondusif, lantaran kerjasama yang baik antara masyarakat maupun para pendukung dari masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati, dalam menjaga keamanan demi terselenggaranya pelaksanaan pilkada. Dengan harapan, masyarakat dapat memilih pemimpin daerah sesuai hati nurani.Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Meranti, Edy Kusdarwanto, mengatakan masyarakat yang baik adalah senantiasa selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya ataupun di kampungnya masing-masing. Lanjut Edy, perbedaan pendapat dalam berpolitik, merupakan hal biasa dalam rangka menuju kedewasaan dalam mengambil sebuah kebijakan."Perbedaan dalam menentukan sikap, termasuk menjatuhkan pilihannya itu merupakan suatu hal biasa dialam demokrasi. Namun perlu kita jaga adalah bagaimana menciptakan situasi dan kondisi daerah ini agar tetap aman, tentram dan damai demi terwujudnya cita-cita bersama yakni sejahtera di dunia maupun di akhirat kelak," ungkapnya.Guna menjaga netralitas pegawai negeri sipil dalam pilkada, kata Edy, pihaknya selalu mengingatkan kepada para bawahannya untuk tetap menjaga netralitas dalam urusan politik praktis. Soal pilihan siapa yang akan dipilihnya nanti, itu merupakan hak penuh orang yang bersangkutan. Pada dasarnya, Edy berharap tahapan demi tahapan pilkada ini dapat berjalan dengan baik dan lancar untuk memilih pemimpin yang betul-betul dicintai oleh masyarakat.Pemimpin yang diharapkan masyarakat, Lanjut Edy, adalah orang yang mampu mengayomi, melindungi, peduli serta tanggap dengan apa yang dirasakan oleh rakyatnya."Jadi siapapun yang akan terpilihnya nanti, tentu tergantung pada masyarakat. Karena kewenangan penuh ada ditangan mereka (masyarakat, red). Yang penting semuanya berjalan dengan aman dan damai," harapnya mengakhiri.(Adi)