SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Jariah, yang merupakan ibu kandung Sandra Gunawan (24) warga Desa Sesap Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau, langsung keluar dari Klinik Mapolres Meranti, Jumat (20/11/2015) pagi. Ia tak tega melihat anaknya yang akan memeluk agama islam itu dikhitan (disunat, red)."Tak tega saya melihatnya," ujar Jariah sambil keluar dari klinik.Sandra Gunawan, tahanan di Mapolres Meranti, yang merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara itu telah mengutarakan niatnya untuk masuk islam. Hal itu, setelah Sandra melihat betapa indahnya tahanan yang beragama islam mengerjakan salat dan membaca Al-Quran.Sementara, keluarga Sandra yang masih beragama Budha mengaku ikhlas Sandra keluar dari agama Budha dan memilih pindah ke agama Islam. "Kami ikhlas," ujar Jariah lagi.Jariah menjelaskan, keluarga yang lain belum ada yang beragama Islam. Mereka masih memegang teguh ajaran Budha. Namun demikian, Jariah mengaku bisa saja ikut ke agama Islam bersama puteranya yang saat ini menjalankan proses hukuman setelah melakukan perbuatan cabul di Desa Sesap Oktober 2015 lalu."Belum tahu, nanti kita lihat dulu," kata Jariah malu-malu ketika disinggung tentang agama Islam.Kemudian, Jariah juga mengaku senang melihat anaknya Sandra saat ini. Menurut Jariah pula, perilaku anaknya selama di tahanan berubah menjadi lebih baik. Ia berharap itu akan dipertahankan anaknya hingga selesai masa hukuman."Selama ditahan ini saya lihat dia menjadi lebih baik," kata Jariah.Sandra waktu itu dikhitan sebelum bersyahadat. Usai dikhitan oleh dr Misri Hasanto, Sandra langsung dibawa ke lorong penembus dosa (sel tahanan yang telah dilengkapi kaligrafi dan buku-buku agama, red) untuk bersyahadat.Dipimpin Ustaz Arifin, Sandra sah memeluk agama Islam. Proses syahadatnya juga disaksikan banyak pihak, antara lain, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Kabag Sumda Kompol Sumarno, Kasat Tahti Suharono, Bripka Nopri, dan beberapa polisi lainnya. (*)Sumber: Goriau