BAGAN SINEMBAH, PESISIRNEWS.COM - Tiga pemuda ditemukan tewas dalam sumur dalam 10 meter. Diduga tewasnya tiga pemuda ini akibat keracunan asap mensin Robin dan kekurangan oksigen ketika hendak mengebor sumur tersebut.Sumur ini milik warga Jalan Lancang Kuning, Kelurahan Bagan Batu Kota, kecamatan Bagan Sinembah bernama Mardinap. Kejadian pada Jumat (25/9/2015) lalu.Tiga korban bernama Endi (28) warga Jalan Kemiri Lancang Kuning Bagan Batu yang sebelumnya tinggal di Jalan Nangka kilometer 3 kelurahan Bahtera Makmur Kota. Satunya lagi bernama Doni (28) yang merupakan perantauan asal Medan yang selama ini diketahui bekerja mengebor sumur. Dan satunya bernama Hendri Sitompul warga jalan Sukaramai pajak baru Bagan Batu.Dari tiga pekerja sumur bor yang tewas dalam sumur, salah satu temannya bernama Junaidi (31) warga Jalan Gang Pamili yang tidak ikut masuk dalam sumur. Karena pada saat itu dia lagi di atas atap memegang besi bor. Sedang ketiga temanya itu di bawah.Menurut keterangan Junaidi, bahwa pihaknya mulai berkerja sekitar pukul 10.00 WIB dan kejadian musibah itu sekitar pukul 14.30 Wib. Dia menjelaskan, pada saat itu mensin Robin diturunkan oleh temanya si Doni ke dalam sumur dan dihudupkan di dalam sumur ada sekitar 20 menit. Selama 20 menit itu udara asap mensin Robin menjadi pengap dalam sumur sedalam 10 meter dan leber lebih kurang 2 meter dan mengakibatkan temanya Doni jadi pingsan dan lansung meninggal akibat tak tertolongkan karena kehabisan oksigen.Melihat ketiga temannya masuk dalam sumur dan tak bisa naik lagi, Junaidi langsung mencari pertolongan. "Turun saya dari atap dan minta tolong ke pemilik rumah dan warga setempat," cerita Junaidi.Menurutnya yang pertama kali meninggal Doni dan kedua Sitompul, ketiga Endi, yang paling terakhir mau menolong temanya si Endi namun ia ikut terkena racun dan kehabisan oksigen."Tak lama kejadian warga berdatangan, namun tidak ada yang sangup memberikan pertolongan. Sebab asap dalam sumur masih pekat dan sumur sangat dalam. Kemudian genset ditolong warga menaikanya ke atas ditarik pakai tali," kata Junaidi yang mengaku baru kali pertama bekerja dengan rombongan ini.Pemilik sumur Mardinap dikonfirmasi di rumahnya pada saat kejadian mengatakan bahawa tukang bor itu datang ke rumahnya dan menawarkan kepada istrinya untuk mengemor sumur."Ibu mau dibor ngak sumurnya. Dan ibu mengatan, tunggu saja bapak, dan saya pulang ke rumah Kamis itu. Jadi saya kasih tahu, kalau hari Sabtu bagimana, kalau tidak kita semen sumur aja dulu. Sebab ada semen tiga sak. Rencana saya mau menyemen dinding yang bocor. Kemudian tukang bor empat orang ini mengatakan tidak apa-apa pak, itu gampang," jelas Mardinap."Itu bisa dibor lansung, kami bisa bor dari atas. Di situ saya lihat salah satu kawan turun juga masuk dalam sumur untuk memasukan pipa. Pada saat itu saya melihat tidak ada masalah. Dan saya melihat sendiri berapa kali mereka turun ke bawah. Tetapi mesin tidak diturunkan," jelasnya lagi.Setelah itu dirinnya berangkat ke kantor pukul 14.25 Wib. Tak lama kemudian, ia mendapatkan telepon dari istrinya bahwa tukang bor tewas tiga orang di dalam sumur. "Setelah itu dikasih tahu kepada pak Camat Bagan Sinembah HM Nasir," ulasnya.Kapolres Rokan Hilir AKBP Subiantoro SH Sik dikonfirmasi melalui Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Dody Harza Kesuma SH Sik Msi membenarkan kejadian tersebut."Ada tiga pemuda tewas dalam sumur dan kita sudah turunkan tim opsnal Polsek Bagan Sinembah untuk mengolah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi," pungkasnya. (sam)