TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Tindakan menghirup lem atau lebih trend disebut "ngelem" di kalangan anak usia sekolah di kota Tembilahan makin marak. Fenomena ini harus disikapi secara serius oleh pemerintah.Keprihatinan terhadap penyalahgunaan lem ini disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Pedesaan (LDP) Syekh Abdul Samad Hamdy, Ustad H Abdul Bar Samad. Menurutnya fenomena ini dapat terlihat dengan mudah saat ini di kota Tembilahan."Kami prihatin dengan fenomena maraknya penyalahgunaan lem di kalangan anak-anak usia sekolah ini. Hal ini harus disikapi semua elemen, karena mengancam jiwa dan masa depan mereka," ungkapnya, Jumat (11/9/2015).Tindakan ngelem anak-anak ini tidak bisa dianggap permasalahan sepele, karena efek penyalahgunaan lem ini dapat merusak mental dan kesehatan anak tersebut. Kondisi ini dapat menjadi awal perbuatan menyimpang dan gangguan sosial lainnya.Modusnya bungkusan plastik berisi lem biasanya jenis lem merek Kambing mereka sembunyikan dalam baju dan dihirup sambil berjalan. Malahan, ada yang terang-terangan menghirup lem sambil berjalan.Ketika ditegur, anak-anak ini langsung berlarian masuk ke dalam gang. Tapi, hati-hati menegur anak 'pengelem' ini, karena salah seorang warga mengaku pernah dikejar menggunakan kayu saat menegur tindakan merusak ini.Pengakuan beberapa warga yang sempat memergoki anak-anak sedang 'ngelem', taman kota dan di depan ruko atau bangunan kosong menjadi lokasi favorit mereka menghirup lem."Melihat fenomena seperti ini, maka sudah seharusnya pemerintah dan pihak terkait lainnya melakukan upaya serius mencegah makin meluasnya tindakan penyalahgunaan lem ini, karena dari sini dapat menjadi awal menuju menjadi pengguna obat-obatan, bahkan narkoba bagi anak-anak ini. Imbasnya, akan menjadi permasalahan sosial yang lebih kompleks di kemudian hari," pungkasnya. (zul)