TULUNGAGUNG (Pesisirnews.com) - Pria berinisial SW (51), warga Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung atas kasus dugaan perzinahan yang disangkakan terhadap istrinya.
Kejadian bermula saat SW tidak menemukan istrinya berada di rumah pada Jumat (27/5) lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.
SW pun pergi mencari istrinya ke rumah kakak iparnya, SM, yang ada di satu desa namun beda RT.
Tetapi di sana dia tidak menemukan istrinya. SW lantas mengajak SM untuk bersama-sama mencari istrinya.
Berbekal sebuah senter, SW dan SM menelusuri pematang sawah. Mereka mencoba mencari disebuah gubuk yang berada di tengah area persawahan itu.
[br]
Sesampainya di gubuk itu, sorot cahaya senter yang dibawa SW mengenai dua sosok lelaki dan wanita yang diduga hendak melepas hasrat biologisnya.
Dugaan itu karena kedua pasangan tersebut kedapatan memelorotkan celananya masing-masing di tengah gubuk yang gelap gulita itu.
Awalnya SW dan SM mengira pasangan berbeda jenis kelamin itu hendak berbuat asusila di gubuk tersebut.
Tetapi, alangkah syoknya ayah satu anak ini manakala mendapati sosok lelaki dan wanita yang tersorot lampu senternya itu ternyata diketahui seorang yang menjabat RW lagi bersama dengan istrinya yang sedang dia cari.
Saat ditemukan berduaan, istrinya yang berinisial RW (39) juga sedang dipangku lelaki lain itu, dan dalam kondisi celananya dipelorotkan.
"Mereka berdua mencari ke arah area persawahan. Lokasinya gelap dan licin, karena waktu itu baru hujan," ucap seorang warga, NOT, yang menceritakan kejadian itu, seperti dikutip dari Tribunnews, Kamis (2/6).
[br]
"Saat itu sempat geger, karena dua orang itu berusaha merebut senter yang dibawa SW. Dua orang itu lalu kabur," ucap NOT.
Masih menurut sumber tadi, sosok lelaki yang menjabat RW itu juga merupakan warga desa setempat.
"Istrinya sedang mengalami sakit kanker payudara," ungkap NOT.
SW sempat berteriak-teriak hingga menarik perhatian warga. SW lalu melapor ke Ketua RT setempat dengan harapan ada mediasi.
Namun ternyata masalah suami-istri ini tidak ada titik temu. SW pun melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung dengan dugaan perzinaan
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori membenarkan adanya laporan dugaan perzinaan dari SW. Laporan ini telah ditindaklanjuti dengan penyelidikan. (PNC)