Dua Santriwati di Tulungagung Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Ustaz saat Belajar Ngaji dan Salat

- Sabtu, 30 Oktober 2021 10:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir102021/_2983_Dua-Santriwati-di-Tulungagung-Diduga-Jadi-Korban-Pencabulan-Oknum-Ustaz-saat-Belajar-Ngaji-dan-Salat.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi: Pencabulan. (Kredit via The New Indian Express)

TULUNGAGUNG, Pesisirnews.com - Aparat Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, terus menyelidiki dugaan pencabulan dua orang santriwati oleh oknum ustaz berinisial NK saat belajar mengaji dan latihan salat.

"Penyelidikan tetap lanjut, proses hukum lanjut," kata Kepala Polres Tulungagung AKBP Handono Subiakto di Tulungagung, Jumat (29/10), dikutip Antara.

Sejak kasus pencabulan ini dilaporkan oleh orang tua/wali dua santriwati yang menjadi korban pencabulan, polisi telah melakukan pemeriksaan awal pada saksi korban.

Polisi juga masih mengembangkan penyelidikan karena muncul dugaan korban pencabulan lebih dari dua orang. Ada sejumlah santri lain yang mengalami perlakuan tidak senonoh dari NK dengan modus yang sama.

Saksi korban juga sempat menyebut nama korban lain, namun tidak berani melapor. "Tentu nanti dari hasil pemeriksaan, siapa saja yang tahu terkait kejadian itu akan kita periksa," ujarnya.

[br]

Pihak desa upayakan penyelesaian masalah lewat mediasi

Perbuatan ustaz NK dilaporkan ke polisi pada Jumat (22/10). Apalagi ada upaya pihak desa untuk menyelesaikan masalah ini lewat jalan mediasi pada Minggu (24/10).

Eko, salah satu tokoh desa tempat NK tinggal yang ikut mediasi antara NK dan keluarga korban, menjelaskan bahwa ustaz NK mengakui perbuatannya, meski masih samar.

"Pengakuannya masih multitafsir," katanya.

Ia melanjutkan pada mediasi yang dilakukan di balai desa setempat, keluarga korban menuntut NK meminta maaf.

NK pun meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

"Terkait kasus yang dilaporkan ke polres, yang berhak menjawab pihak polres," jawabnya. (PNC/ANTARA)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait