Lantaran Hal ini, Oknum Dosen Tega Tikam Kekasihnya yang Cantik Hingga Tewas

- Kamis, 06 Agustus 2020 12:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir082020/_4958_Lantaran-Hal-ini--Oknum-Dosen-Tega-Tikam-Kekasihnya-yang-Cantik-Hingga-Tewas-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Oknum dosen STISIP Mbojo Arif Satriadin (kanan) dan Almh. kekasihnya Intan Muliatyati. (Kredit Foto: Antara)

BIMA, Pesisirnews.com - Arif Satriadin (AS), seorang dosen di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tega melenyapkan nyawa sang kekasih, Intan Muliatyati (25), lantaran lamarannya ditolak oleh orang tua korban.

Korban, warga Kelurahan Kumbe, Rasanae Timur, Kota Bima, yang tergeletak di tengah jalan raya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima dengan mobil pengendara yang melintas, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, tidak lama sampai di rumah sakit, petugas medis menyatakan korban meninggal dunia karena beberapa luka tusukan di bagian perut, kepala, kaki dan tangannya.

Usai menghabisi nyawa kekasihnya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Kantor Mapolres Bima Kota setelah sempat kabur dari kejaran warga.

[br]

Di hadapan polisi, pelaku mengakui khilaf atas perbuatannya. Dia nekat membunuh korban lantaran sakit hati karena lamarannya ditolak oleh orang tua korban. Sementara keduanya yang masih memiliki hubungan keluarga ini telah menjalin hubungan asmara hampir empat tahun.

“Adapun motif pembunuhan korban karena pelaku sakit hati dan kecewa setelah lamarannya ditolak oleh orang tua korban,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono dalam konferensi pers di Mapolres Bima, Rabu (5/8/2020).

Kepada polisi, lelaki berusia 31 tahun itu mengatakan tidak berniat membunuh sang kekasih, tetapi hanya ingin menakut-nakutinya dengan pisau yang ia bawa.

“AS mengaku awalnya ia hanya ingin menakut-nakuti korban, namun karena emosi yang cukup tinggi ia terpancing untuk menusuk korbannya," ungkap Haryo.

[br]

Peristiwa ini juga, rupanya membuat sejumlah dosen di kampus STISIP Mbojo kaget. Bahkan hampir tidak percaya bahwa AS yang melakukannya, lantaran pelaku sehari-hari adalah orang yang senang bercanda.

Piket III STISIP Mbojo, Tasrif mengaku, tidak menyangka atas kejadian tersebut. Apalagi selama ini di kampus, AS dikenal baik. "Dia bukan tipikal orang yang tempramen, makanya kami sempat tidak percaya bahwa ia adalah pelakunya," ujarnnya.

Di sela-sela bercengkrama sesama dosen, AS kerap bercerita lucu dan menghibur,”sambungnya.

"Atas kejadian ini tentu semua diserahkan pada proses hukum yang berlaku, dan kami turut berduka cita atas meninggalnya Intan," ujarnya.

Rekan dosen lainnya, Ayat, juga mengaku tidak percaya, karena sebelum kejadian sempat berpapasan dengan AS di depan MTsN Padolo.

Bahkan, saat itu sempat menegur AS yang sedang mengendarai motor. Namun AS kelihatan buru-buru sebelum belok menuju lokasi kejadian di Dana Traha atau jalan menuju Gunung Raja.

Ayat juga mengaku, jika AS selama di kampus pembawaannya baik dan humoris, tidak pernah marah atau kesal dan selalu santai.Sumber : inews.id, jpnn.com

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Hukrim

Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !

Hukrim

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu

Hukrim

Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Monitoring Langsung Pertumbuhan Jagung Usia 8 Minggu

Hukrim

Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu Berat Kotor 5,19 Gram.

Hukrim

Pengungkapan Kasus Pengeroyokan,2 Pemuda Diringkus Polisi

Hukrim

Dugaan Pembunuhan di Kebun Sawit Desa Pancur, Satu Orang Ditemukan Tewas