Cekcok Berujung Maut, Guru SD Ditembak Suami Tepat di Kepala

- Selasa, 18 Juni 2019 13:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir062019/6076_.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com - Petronella Wendop - guru SD (Sekolah Dasar) di Kabupaten Merauke, Papua - tewas setelah ditembak suaminya sendiri berinisial AE (24).

Dilansir dari Jpnn.com, AE menembak istrinya menggunakan senapan angin yang biasa digunakan pelaku untuk berburu rusa atau babi di hutan. Penembakan tersebut terjadi di rumah orang tua pelaku di Kelapa Lima, Kelurahan Kelapa Lima Merauke, Sabtu (15/6).

Usai menembak istrinya, pelaku sempat melarikan diri ke beberapa keluarganya. Namun atas inisiatif keluarga, pelaku akhirnya diserahkan ke Mapolres Merauke, tiga jam setelah kejadian.

Kanit Ops Reskrim Polres Merauke, Ipda Elvis Palpiana, S.Sos mengatakan, korban sempat dilarikan ke RSUD Merauke, namun mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Jenazah korban disemayamkan di rumah keluarganya di Jalan Muyu Kecil, Kuda Mati, Kelurahan Kamundu Merauke," ungkapnya kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (15/6).

Dua anggota Polres Merauke saat mengamankan AE pelaku penembakan terhadap istrinya ,seorang guru SD di Merauke, Papua. Foto: Sulo/Cenderawasih Pos

Dikatakan, sebelum terjadi penembakan, pelaku terlibat cekcok dengan korban. Pertengkaran mulut tersebut terjadi lantaran pelaku sudah tiga hari tidak pulang, pergi bersama teman-temannya mengonsumsi minuman keras.

"Karena pelaku tiga hari tidak pulang, membuat korban marah kepada suaminya, hingga terjadi pertengkaran," tuturnya.

Elvis mengatakan, pelaku mengaku awalnya hanya bermaksud menakut-nakuti korban dengan mengambil senapan angin yang biasa dia gunakan berburu babi dan rusa.

Namun saat pelaku menembakkan senapannya, pelurunya tepat mengenai kepala istrinya hingga jatuh tersungkur.

''Saya pikir dia (korban,red) berada di tungku dapur. Tapi ternyata dia berada di balik pintu dapur. Saya tidak berniat untuk membunuhnya," tuturnya.

Pelaku AE mengaku menembak ke arah pintu dan tidak tahu kalau istrinya ada di belakang pintu. Satu tembakan itu, menurutnya mengenai kepala korban membuat korban langsung jatuh tersangkur.

"Senapan itu biasa untuk berburu rusa atau babi di hutan. Kalau kena babi akan mati," jelasnya.

Kanit Ops Reskrim Polres Merauke Ipda Elvis Palpiana, S.Sos, menambahkan, barang bukti senapan angin yang digunakan pelaku menembak istrinya sudah diamankan. Untuk memiliki senapan tersebut menurut Elvis, harus memiliki izin dan pelaku tidak mengantongi izin kepemilikan senapan angin tersebut.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan, jenazah korban yang disemayaman di rumah keluarganya di Jalan Muyu Kecil, Kuda Mati, Kelurahan Kamundu Merauke, telah dimakamkan, Minggu (16/6) kemarin sekira pukul 14.00 WIT.(dan)


Tag:

Berita Terkait

Hukrim

Maulid Nabi di Ponpes Yasin Al-Islami, Bupati Inhil Ajak Perkuat Akhlak Generasi Muda

Hukrim

Bupati Inhil Herman Sambangi Mendes PDT RI Di Jakarta

Hukrim

Bunda PAUD Inhil Dorong Penguatan Kelembagaan dan Kolaborasi PAUD

Hukrim

Bupati Herman Terima Aspirasi AMBAR, Pemkab Inhil Terus Perjuangkan Petani Kelapa

Hukrim

Bupati Inhil Herman Lepas Jambore Nasional

Hukrim

Polres Inhil Gelar Konferensi Pers, Tegaskan Komitmen Berantas Perambahan Hutan dan Karhutla