Kisah Ibu Lurah Dua Kali Lolos dari Maut Setelah Pura-pura Mati

- Kamis, 02 Agustus 2018 20:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082018/pesisirnews_Kisah-Ibu-Lurah-Dua-Kali-Lolos-dari-Maut-Setelah-Pura-pura-Mati.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kompas.com
Bu Lurah saat dirawat di Puskesmas setelah ditemukan oleh warga di sungai Sere Kecamatan Bangorejo Banyuwangi Selasa malam (31/7/2018).

Pesisirnews.com - Dua kali, Wilujeng Esti Utami (53) lolos dari maut. Pertama, saat pelaku menganiaya dirinya di dalam mobil. Kali kedua, saat dia tenggelam di sungai hingga akhirnya bisa diselamatkan warga. 

Esti adalah Lurah di Desa Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Ibu Lurah, sapaan akrabnya, saat ini masih menenangkan diri pasca-kejadian yang nyaris merenggut nyawanya. 

Semua berawal saat dia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Agus Siswanto. Lalu beginilah rentetan kejadian yang dialaminya pada hari ini, Selasa (31/7/2018):

 

1. Nama Ketua PCNU Banyuwangi dicatut

Pada hari Selasa siang, sebelum pukul 12.00 WIB, Agus Siswanto mengatakan kepada Ibu Lurah bahwa Gus Maki, Ketua PCNU Banyuwangi, sedang butuh uang.

Modus tersebut digunakan Agus untuk mengelabui. Untuk meyakinkannya, Agus meminta kawannya berinisial S kembali menelepon Ibu Lurah dengan berpura-pura sebagai Gus Maki.

Agus lalu datang menjemput Ibu Lurah di Kantor Kelurahan Penataban dengan mobil. Tanpa curiga, Esti masuk ke mobil dengan uang Rp 60 juta yang akan diberikan kepada Gus Maki.

 

2. Kepala dipukul dengan palu dan pistol mainan

Ketika mobil meninggalkan Kelurahan Penataban, Esti masih belum curiga. Namun saat arah mobil tidak menuju ke Pondok Pesantren Blokagung asuhan Gus Maki, Ibu Lurah mulai curiga. 

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawan mengatakan, Agus membawa keliling Ibu Lurah hingga Kalibaru. Selama perjalanan, Agus meminta paksa uang Rp 60 juta yang dibawa.

Sang Lurah menolak mentah-mentah. Agus emosi dan memukul kepala Esti dengan palu yang telah disiapkan di mobil dan gagang pistol mainan sejenis FN.

"Dalam perjalanan, tersangka meminta Ibu Lurah melempar uang ke kursi belakang dan Ibu Lurah menolak. Saat itu, tersangka mulai memukul korban di bagian kepala menggunakan palu yang sudah disiapkan pelaku di dalam mobil," ujar Donny.

 

3. Lolos karena pura-pura mati

Nyawanya terancam. Ibu Lurah pun memilih berpura-pura mati agar Agus berhenti memukulinya.

Melihat kondisi Ibu Lurah sekarat, Agus pun segera mengikat tangan dan kaki dengan tali serta membungkus kepala Ibu Lurah dengan plastik. Setelah dirasa aman, Agus menceburkan Ibu Lurah dalam kondisi terikat ke sungai Sere di Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Banyuwangi. 

Setelah itu, Agus pulang ke rumah dengan membawa tas ransel milik Ibu Lurah yang berisi uang Rp 60 juta, kuitansi, dan surat pernyataan Agus yang telah meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Dalam perjalanan pulang, tas ransel dan telepon seluler itu dibuang di jalan. 

 

4. Nyaris tenggelam, lalu diselamatkan warga 

Setelah diceburkan ke Sungai Sere, Ibu Lurah masih harus berjuang melawan derasnya arus sungai dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta kepala terbungkus plastik.

Usaha Ibu Lurah meminta tolong ternyata didengar oleh warga di sekitar sungai. Warga segera menolong Ibu Lurah dan membawanya ke Puskesmas terdekat agar mendapat pertolongan.

"Bu Lurah yang masih hidup kemudian meminta tolong dan oleh warga diselamatkan dibawa ke puskesmas. Setelah dirawat, malam itu juga Ibu Lurah pulang dijemput oleh keluarganya," kata Donny.

Sementara itu, pihak Puskesmas segera menghubungi keluarga Ibu Lurah dan melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

 

Ilustrasi

5. Pelaku ditangkap di rumahnya

Polisi meringkus Agus di rumahnya pada Rabu pagi. Agus sempat menyangkal perbuatannya, namun setelah sejumlah bukti diungkap, Agus tidak berkutik.

Dari tangan Agus, polisi mengamankan pistol mainan dan uang tunai Rp 60 juta. Tas ransel dan ponsel milik Ibu Lurah sudah dibuang di jalan oleh Agus.

"Saat ditangkap, pelaku sempat menyangkal, namun setelah dibeberkan barang bukti akhirnya dia mengakui. Tersangka ini salah satu oknum LSM," kata Donny.

Sumber Kompas.com 

Berita Terkait

Hukrim

Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen

Hukrim

Bimtek dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK Perkuat Kelembagaan Desa di Inhil 2026

Hukrim

BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.

Hukrim

BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.

Hukrim

BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling.

Hukrim

Polsek Concong Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan 14 Paket Sabu