Disebut Intelijen, Seorang Misionaris Dibunuh

- Senin, 02 April 2018 10:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir042018/pesisirnews_Disebut-Intelijen--Seorang-Misionaris-Dibunuh.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi/kompas.com

Jayapura, Pesisirnews.com - Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh puluhan orang tak dikenal  kembali terjadi di Papua. Kali ini seorang misionaris bernama Berni Fellery Kunu (24) yang menjadi korban.

Pria asal Minahasa itu ditemukan tak bernyawa di pedalaman Kampung Yabasorom, Distrik Pamek, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, Kamis (29/3/2018), saat melakukan pelayanan kesehatan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membenarkan adanya kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh puluhan orang.

"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, jumlah pelakunya ada 23 orang, yakni 19 orang pria dan 4 orang wanita," katanya, Sabtu (31/3/2018) malam.

Kamal menjelaskan sebelum kejadian para pelaku dengan menggunakan benda tumpul dan juga busur panah mendatangi kediaman para misionaris yang dihuni dua rekan korban.

"Jadi mereka bertiga ini adalah petugas kesehatan dari Yayasan Advent, untuk misi kemanusiaan. Saat mereka tiba di Kampung Yabansorom dihadang lalu di interogasi seorang pria yang mengaku sebagai ketua mereka. Pertanyaannya, apa tujuan mereka datang ke kampung itu. Lalu apakah mereka ada yang bekerja sebagai intelijen Indonesia," kata Kamal.

Di samping itu, lanjut Kamal, pelaku juga menyampaikan bahwa ia adalah Ketua Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah itu selama 25 tahun.

"Lalu para pelaku menggeledah rumah dan mencari keberadaan korban yang bertepatan berada di sungai, yang berjarak 50 meter dari rumah," paparnya.

Menurut keterangan dua orang saksi yang merupakan rekan korban, kata Kamal, sungai tersebut tidak jauh dari kediaman mereka dan arus air sangat deras sehingga pada saat pembunuhan, mereka tidak mendengar jeritan suara dari korban.

"Para saksi merasa ketakutan, sehingga tidak berani keluar dari rumah tinggal. Pada keesokan harinya saksi mencari korban di sekitar kali dan tidak jauh dari kali ditemukan seperti sebuah kuburan. Pada saat digali ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian, para saksi menyampaikan informasi itu ke yayasan untuk di jemput ke Kota Jayapura, menuju ke rumah sakit Bhayangkara Polda Papua,"ujarnya.

Usai di evakusi ke RS Bhayangkara, ungkap Kamal, pihaknya langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga di Manado, Sulawesi Utara.

"Sampai sejauh ini, kasus pembunuhan ini masih dalam penyelidikan," lugasnya.

Sumber Kompas.com 

Berita Terkait

Hukrim

Perdana Digelar, Rakor Damkar se-Riau Satukan Kekuatan Hadapi Ancaman Kebakaran

Hukrim

Wakil Bupati Inhil Lepas Atlet Muay Thai Berlaga di Begaduh Championship Vol. 3

Hukrim

Terindikasi Akibat Penyakit Bawaan, Tahanan Rutan I Medan Meninggal Dunia*

Hukrim

Jagung Menguning di Pelosok Kateman, Polsek dan Petani Tuai 2 Ton Harapan dari Desa Air Tawar

Hukrim

Wabup Yuliantini Apresiasi Kreativitas Anak Muda Inhil Lewat Pekik Merdeka Vol. 3

Hukrim

Bupati Herman Apresiasi Miftahul Hidayah, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak