Parah! Pemuda ini remas buah dada sejumlah wanita di Bagan Batu, begini akhirnya..

- Jumat, 09 Maret 2018 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir032018/pesisirnews_Parah--Pemuda-ini-remas-buah-dada-sejumlah-wanita-di-Bagan-Batu--begini-akhirnya..-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pelaku peremas buah dada sejumlah wanita saat diamankan di mapolsek Bagan Sinembah

Bagan Batu, Pesisirnews.com - Seorang pemuda berstatus pelajar, AEP alias Ajo (17) alamat Pirdam Jalur I Kepenghuluan Bagan Manunggal Kecamatan Bagan Sinembah ini akhirnya mendekam di sel tahanan Mapolsek Bagan Sinembah setelah meremas buah dada wanita di Bagan Batu. 

Data yang dirangkum dari Mapolsek Bagan Sinembah pada Kamis (8/3/18) malam menyebutkan bahwa kedua korban pelaku juga merupakan seorang pelajar. Sebut saja Mawar (17) alamat Jl. Utama Sei Buaya RT 001 RW 001 Gang Pembangunan Kelurahan Bagan Sinembah Kota Kecamatan Bagan Sinembah Raya dan Melati (16) alamat Jln Sei Buaya Kelurahan Bagan Sinembah Kota Kecamatan Bagan Sinembah Raya.

Kejadian yang menimpa korban Mawar itu terjadi pada Senin (5/3) Sekira pukul 20.30 Wib di Jln Sei Buaya, tepatnya di Gang Pembangunan. 

Saat itu pelaku berbuat tindakan asusila terhadap kedua korban dengan cara memegang atau meremas payudara korban sebelah kiri sebanyak 1 kali. Setelah melakukan hal tersebut, kemudian pelaku pergi dengan sepeda motor Vega R yang dipakainya. Kemudian salah satu teman korban, Yesi Erlinta (19) karyawan LG Elektronik, alamat Jl. Sei Buaya, Kepenghuluan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah Raya yang melihat kejadian tersebut langsung menjerit dan memarahi pelaku. 

Bukannya takut, pelaku malah berhenti dan menoleh kearah saksi tersebut dan langsung pergi meninggalkan. Kemudian korban dan saksi pulang kerumahnya dan meminta tolong kepada tetangganya yang bernama Syahrial. Bersama beberapa orang warga, Syahrial mencari terlapor namun tidak diketemukan, keesokan harinya korban mengetahui bahwa selain korban ada beberapa orang lagi yang juga dicabuli oleh pelaku antara lain, Melati, AGT, SH dan R.

Oleh karenanya, salah satu orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bagan Sinembah dengan Laporan Polisi Nomor : Lp/20/III/2018/Riau/Res Rohil/Sek Bagan Sinembah tgl 07 Maret 2018 tentang Tindak Pidana Perbuatan cabul, guna pengusutan lebih lanjut.

Dan pada hari Rabu (7/3) kemarin sekira pukul 23.00 Wib, pihak Polsek Bagan Sinembah mendapat Informasi melalui Telpon dari salah satu warga yang mengatakan bahwa ada keributan di sebuah warung di Jl Sei Buaya. 

Kemudian atas perintah Kapolsek Bagan Sinembah, Kanit Reskrim Iptu Amru Abdullah SIK bersama Personil Reskrim menuju TKP dan ditemukan beberapa orang warga sedang mengamankan 1 orang laki-laki diduga pelaku perbuatan cabul terhadap korban.

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Amru Abdullah SIK membenarkan kejadian tersebut. 

"Tersangka dan Barang Bukti berupa 1 Unit Sepeda Motor Merk Yamaha Vega R warna merah dengan Nomor Polisi BM 3909 CA, dan No. Rangka MH34D70027J311321, No. Mesin 4D7311329 beserta kunci kontaknya, saat ini sudah diamankan di Mapolsek Bagan Sinembah guna proses Penyidikan lebih lanjut," demikian ungkap Amru. (rd/bim)

Berita Terkait

Hukrim

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Hukrim

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Hukrim

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Hukrim

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Hukrim

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan

Hukrim

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan