Ternyata Korban Pelecehan Seksual oleh Perawat di RS Sadar dan Sempat Ngobrol dengan Pelaku

- Minggu, 28 Januari 2018 13:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir012018/pesisirnews_Ternyata-Korban-Pelecehan-Seksual-oleh-Perawat-di-RS-Sadar-dan-Sempat-Ngobrol-dengan-Pelaku.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com - Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum perawat di Rumah Sakit National Hospital semakin terkuak.

Dilansir TribuWow.com dari akun YouTube @Talkshow tvOne, korban didampingi oleh sang suami memberikan kesaksian di depan layar kaca.

Korban mengatakan saat terjadi pecelehan seksual ia dalam kondisi sadar.

"Pada waktu itu saya sadar, tapi saya dalam kondisi ngantuk tak berdaya, saya mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh dokter dan perawat di ruangan tersebut.

Saya tegaskan sekali lagi saya tegaskan, saya dalam kondisi sadar, tapi mengantuk berat dan tidak berdaya.

Saya merasakan apa yang dilakukan oleh pelaku tersebut," katanya.

Korban juga mengungkapkan apabila insiden tersebut di terjadi setelah operasi di ruang pemulihan.

Lebih tepatnya, antara 5-10 menit setelah operasi.

"Jadi yang saya ingat itu, dokter anastesi membangunkan saya, mengatakan jika operasi sudah selesai.

Kemudian saya ingat perawat mengakatan kepada saya, bahwa saya kan dipindahkan dari bed operasi ke bed pemulihan.

Dia bertanya 'ibu pusing?' saya jawab 'tidak', 'ibu ngantuk?' saya jawab 'ya, ngantuk'.

Kemudian ia mendorong bed saya menuju ruang pemulihan.

Ketika mendorong bed saya, saya mendengar dengan jelas dan ingat, tapi saya jawab sebisanya," kata korban.

Berikut percakapan mereka berdasarkan penuturan korban.

Pelaku: ibu orang mana?.

Korban: Saya lahir di Jakarta besar di Surabaya.

Pelaku: Oh pantesan logatnya beda ya bu, ibu sudah punya anak?.

Korban: Ya.

Pelaku: Anaknya berapa?.

Korban: Satu umur hampir 14 tahun.

Pelaku: Oh berarti sekarang SMP ya bu.

Korban: Iya kelas 8.

Pelaku: Iya zaman sekarang ini sekolah ini urut ya bu, 8, 9, 10.

Kemudian ada perawat lagi satunya, posturnya agak kurus dan menghampiri korban.

Perawat tersebut mengatakan jika korban belum bisa dijemput.

"Ibu, untuk sementara ibu belum bisa dijemput, karena suster yang menangani ibu masih menangani kelahiran," kata perawat.

Korban kemudian mengangguk.

Selain itu juga mengatakan dengan detil posisi bed dan urutan kejadian.

Korban merasa bednya di geser-geser ke beberapa posisi hingga ke pojokan. Saat itulah pelaku mulai melakukan pelecehan seksual kepada korban.

Pada saat kejadian, tidak ada pasien lain diruangan yang ia tempati.

Setelah dilakukan pelecehan, ia mengaku sempat mengadu kepada kepada perawat lain. Setelah itu ia merasa tidak sadar.

Simak kesaksian korban dalam video acara Apa Kabar Indonesia Pagi di bawah ini. 

Sumber Tribunwow.com 

Berita Terkait

Hukrim

Bupati Inhil Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi

Hukrim

Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah

Hukrim

Sekitar 300 Kios dan 18 Unit Sepeda Motor Hangus Dilalap Si Jago Merah

Hukrim

Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Hukrim

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan

Hukrim

Bupati Inhil Diwakili Asisten II Setda Inhil Hadiri Pekan Olahraga dan Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Inhil