Cari Solusi Ampuh Atasi DBD, DPRD Meranti Kunker ke Diskes Pelalawan

- Kamis, 25 Februari 2016 21:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022016/pesisirnews_Cari-Solusi-Ampuh-Atasi-DBD--DPRD-Meranti-Kunker-ke-Diskes-Pelalawan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, Kamis (25/2/16). Kunker tersebut dalam rangka mencari solusi dalam mengatasi dan menanggulangi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kunker ini dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, M Taufikurahman dan Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, Ardiansyah SH MSi beserta rombongan anggota lainnya. Setiba di Pelalawan, kedatangan langsung disambut baik oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, H Asril K SKM MKes.

Dalam rapat, Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, M Taufikurahman mengatakan, kondisi kasus DBD di Kabupaten Pelalawan tidak jauh beda dengan Meranti. Dimana, Kepulauan Meranti selama tahun 2016 sudah 50 kasus DBD yang terjadi yakni, Januari 35 kasus dan Februari 16 kasus.

Kendati demikian, lanjut Taufikurahman, dalam hal ini Pemda Kabupaten Pelalawan melalui Diskes berhasil dan cepat dalam mengatasi kasus DBD ini. Sebagai Kabupaten tetangga, pihaknya pun berharap agar bisa diberi kesempatan, dalam arti berbagi ilmu untuk mengatasi DBD ini.

"Kita melihat Pelalawan sukses mengatasi DBD. Untuk itu, kita melangkahkan kaki menuju diskes pelalawan ini, dalam rangka sharing berbagi ilmu bagaimana cara penanggulangan atau mengatasi DBD ini," ujar Taufikurahman.

Hal itu pun ditanggapi oleh Sekretaris Diskes Kabupaten Pelalawan, H Asril. Ia menjelaskan, dalam mengantisipasi DBD ini dimulai dengan membersihkan lingkungan sekitar. Sementara fogging merupakan solusi terakhir, sebab fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja.

"Jentik tidak akan mati oleh fogging, sementara fogging tidak baik untuk kesehatan, karena bisa merusak sistem saraf, gagal ginjal, perut, berupa muntah-muntah, sakit perut, diare, penurunan sistem kekebalan tubuh," jelasnya.

Selain itu, tindakan fogging tersebut harganya mahal. Dengan hasilnya yang tidak begitu signifikan, bahkan akan membuat nyamuknya menjadi resisten (kebal dan tak mati karena fogging).

Setelah mengetahui solusi tersebut, Politisi partai Gerindra itu pun menghimbau kepada seluruh masyarakat meranti agar bisa menjalankan pola hidup bersih. Masyarakat harus bersama-sama bergotong-royong membersihkan lingkungan agar sarang yang bisa menimbulkan jentik bisa mati.

"Disamping itu, agar berupaya menghindari foging untuk kesehatan kita bersama," tutur Taufikurahman. (mad)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Kembali pasien Positif Covid 19 Di Inhil Bertambah 5 orang

Berita

Curi HP ,JN Dipukuli Hingga Masuk Kerumah Sakit

Berita

Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Terus Meningkat, Sudah 260 Orang Tumbang

Berita

Mencegah DBD, PT TPP Fogging Tiga Kecamatan di Inhu

Berita

Anggota DPRD Pekanbaru Ini Akan Temui Walikota Minta Kadiskes Dicopot

Berita

Kasus DBD di Pekanbaru Terus Meningkat, DPRD Ajak Masyarakat Gotong Royong