Dinkes dan Disdik Kota Dumai Bentuk Siswa Siaga DBD

- Kamis, 18 Februari 2016 19:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022016/pesisirnews_Dinkes-dan-Disdik-Kota-Dumai-Bentuk-Siswa-Siaga-DBD.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Foto: Dika
Kepala Dinkes Dumai, Paisal
PESISIRNEWS.COM, DUMAI - Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai membentuk komitmen bersama pemberantasan sarang nyamuk dengan pelaksanaan siswa siaga demam berdarah di lingkungan sekolah."Komitmen bersama ini melibatkan partisipasi para siswa dan guru sekolah untuk ikut dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sebab diketahui dalam beberapa bulan ini, kasus DBD terus meningkat," tutur Kepala Dinkes Dumai Paisal, kemarin.Dimana Direktur RSUD Dumai ini menyebutkan, sepanjang awal 2016 ini total 115 kasus dengan terbanyak ditemukan pada Januari 2016, yaitu sebanyak 75 kasus. Sedangkan pada Februari 2016 sudah mencapai 40 kasus. Padahal baru pertengahan bulan. Hal ini membuktikan Dumai merupakan satu lokasi endemis DBD."Masih banyak masyarakat menampung air di sekitar rumah, karena itu kami mengajak siswa dan guru untuk ikut berpartisipasi memberantas sarang dan jentik nyamuk," sebutnya.Paisal menjelaskan, komitmen ini dilakukan, karena mayoritas pasien DBD di Kota Dumai berasal dari kalangan pelajar, yaitu 75 persen penderita masih berusia kurang dari 15 tahun, sehingga kondisi ini mesti disikapi bersama para guru.Lokasi rawan DBD tidak saja di pemukiman, tapi juga sekolah yang memiliki saluran air, tempat sampah hingga bak penampungan air, sehingga komitmen bersama ini digagas."Para siswa akan dibekali buku saku untuk mencatat ada atau tidaknya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal dan sekolah," terangnya.Bila nantinya ditemukan jentik nyamuk, maka siswa dan guru langsung menerapkan 3M Plus, yaitu, menutup penampungan air, menguras bak air dan mengubur barang bekas, ditambah menabur bubuk Abate."Data dari para siswa dan guru akan dintindaklanjuti dan setiap minggu akan dikumpulkan dan dievaluasi," tutup Paisal. (dcp)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Kembali pasien Positif Covid 19 Di Inhil Bertambah 5 orang

Berita

Curi HP ,JN Dipukuli Hingga Masuk Kerumah Sakit

Berita

Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Terus Meningkat, Sudah 260 Orang Tumbang

Berita

Mencegah DBD, PT TPP Fogging Tiga Kecamatan di Inhu

Berita

Anggota DPRD Pekanbaru Ini Akan Temui Walikota Minta Kadiskes Dicopot

Berita

Kasus DBD di Pekanbaru Terus Meningkat, DPRD Ajak Masyarakat Gotong Royong