REUNIONISLAND, PESISIRNEWS.COM - Sekali diserang chikungunya, gejala yang paling menonjol adalah demam dan nyeri yang tajam pada persendian. Namun infeksi ini tidak pernah dikatakan mematikan.Hingga akhirnya peneliti menemukan wabah virus chikungunya yang tak biasa di Reunion Island, Samudera Hindia atau di dekat Madagaskar. Wabah ini berlangsung antara tahun 2005-2006, dan menjatuhkan korban mencapai 300.000 orang.Gara-gara wabah yang sama juga tercatat 24 orang terkena ensefalitis atau radang otak. Bahkan empat di antaranya meninggal dunia.Baca juga: Menular Via Nyamuk, Waspada Jika Tetangga atau Teman Kerja Kena Chikungunya Dari temuan ini peneliti menyimpulkan ensefalitis yang diakibatkan serangan virus chikungunya di pulau yang termasuk ke dalam wilayah Perancis itu paling banyak ditemukan pada usia rentan, yakni bayi di bawah satu tahun dan orang dewasa berumur 65 tahun ke atas."Risiko ensefalitis yang ditemukan pada kelompok ini jauh lebih tinggi dari risiko ensefalitis yang ditemukan di Amerika beberapa waktu lalu meskipun kategori usianya sama, bahkan bila dibandingkan dengan risiko ensefalitis akibat faktor lain," ungkap peneliti, Dr Patrick Gerardin dari Central University Hospital, Saint Pierre, Reunion Island.Hasil follow up menunjukkan tiga tahun selepas wabah, diperkirakan 30-45 persen dari 24 orang yang terserang ensefalitis tadi dilaporkan mengalami disabilitas permanen. Namun muncul perbedaan pada jenis disabilitas yang ditemukan.Pada anak-anak, disabilitas ini meliputi perubahan perilaku dan gangguan pada kemampuan berpikir dan daya ingat. "Konsekuensinya tampak sangat berbahaya bagi bayi yang baru lahir," simpul Gerardin seperti dikutip dari Livescience, Kamis (3/12/2015).Sedangkan pada pasien dewasa yang terkena virus chikungunya dan kemudian mengalami ensefalitis, disabilitasnya termasuk demensia dan epilepsi. Sayangnya peneliti tidak menjelaskan bagaimana bisa serangan virus chikungunya kemudian mengakibatkan ensefalitis.Baca juga: Digigit Nyamuk, Seorang Wanita Dilaporkan Jadi Buta Secara umum, chikungunya tidak sampai menimbulkan risiko kematian. "Tapi perlu diwaspadai karena bisa membuat pasiennya sulit berjalan karena salah satu gejalanya adalah nyeri di sendi besar seperti siku dan lutut," papar dr Muhammad Iqbal, SpPD, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.Dokter yang berpraktik di RS Al Islam Bandung itu menambahkan infeksi ini bisa sembuh dengan mudah, asalkan pasien rutin meminum obat yang diberikan. Hanya saja, ia memperingatkan bahwa nyeri sendi yang dirasakan pasien kadang bisa tahan lama, bahkan sampai mengganggu aktivitas hariannya.
Cari berita terkait lainnya, Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: Detik.com