Kenali Gejala Kerusakan Saraf Tepi

- Senin, 26 Oktober 2015 07:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102015/pesisirnews_Kenali-Gejala-Kerusakan-Saraf-Tepi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Internet
gejala dari kerusakan saraf tepi
PESISIRNEWS.COM - Saraf adalah bagian dari tubuh yang sulit dilihat secara kasat mata, karena itu tak jarang kerusakan yang dialami saraf terlambat terdeteksi. Kerusakan saraf tepi ini dapat menyerang siapa saja dengan beragam jenis dan dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Berikut ini akan diulas mengenai beberapa gejala yang timbul pada saat saraf tepi (neuropati) mengalami kerusakan.Manfaluthy Hakim, SpS(K), MS., memaparkan beberapa gejala dari kerusakan saraf tepi yang terdiri dari:NyeriRasa tidak nyaman sebagai akibat rasa nyeri ini dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang.BaalBaal sering dikenal dengan berkurangnya rasaMati RasaMati rasa adalah gejala dimana sesorang sama sekali tidak dapat merasakan apa-apa.KramGejala kram paling sering menyerang bagian kaki.Kaku-kakuTulangt-tulang tebih terserang rasa kaku.KesemutanKesemutan tak jarang merupakan gejala awal dari gangguan saraf, akan tetapi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui terjadi gangguan saraf di bagian mana.Rasa TerbakarRasa seperti terbakar ini merupakan gejala lanjutan dari gangguan sarf tepi.Kulit HipersensitifKulit menjadi lebih sensitif terhadap segala sesuatuKulit MengkilapKulit mengkilap muncul apabila terjadi gangguan saraf otonom yang bekerja mengatur kelenjar keringat.Kelemahan Anggota GerakKerusakan saraf dapat menyebabkan melemahnya anggota gerak tubuh.Menurut dokter Manfaluthy Hakim, SpS(K), MS. Yang memiliki risiko tinggi terserang neuropati adalah orang-orang yang berusia lanjut. Seiring makin bertambahnya usia, sistem kerja saraf sering kali mengalami penurunan. Pada usia lanjut degenerasi cenderung lebih dominan jika dibandingkan dengan regenerasi.Diabetes, riwayat neuropati keluarga, kebiasaan merokok, hipertensi, kanker, konsumsi alkohol, infeksi penyakit tertentu, terpapar bahan kimia, terserang penyakit kardiovaskular, serta mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu juga dapat memicu timbulnya kerusakan saraf tepi.Neuropati memiliki berarapa jenis yang dapat dibedakan atas penyebabnya. Jenis-jenis neuropati tersebut antara lain adalah neuropati karena diabetes, neuropati karena kekurangan vitamin B, neuropati karena penuaan, dan yang paling sering menyerang mereka yang berusia muda adalah neuropati akibat jeratan dan trauma.Salah satu langkah untuk mencegah timbulnya neuropati adalah dengan mengkonsumsi vitamin B1, B6, serta B12. Selain itu konsumsi makanan dengan gizi seimbang yang kaya kandungan vitamin A, B, dan C juga baik untuk dikonsumsi.Konsumsi vitamin B sangat baik untuk mencegah bertambah parahnya penyakit neupati yang telah menyerang, pasalnya vitamin B merupakan salah satu asupan yang dibutuhkan saraf untuk melindungi tubuh dari proses degenerasi. (rio)Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINISumber: health.detik.com


Tag:

Berita Terkait

Berita

Gubri Syamsuar Kasih Rp 13,2 M untuk Jalan Rusak, Pj Walikota Pekanbaru Ucapkan Terima Kasih

Berita

Kadis PUPR-PKPP Riau: Kondisi Jalan di 3 Kabupaten Riau Alami Kerusakan Berat akibat Odol

Berita

Lama Tak Terlihat, Pedangdut Nita Thalia Jalani Pengobatan Penyakit Berbahaya di Singapura

Berita

Prihatin Kondisi Jalan Rusak, Warga Sindir Pemkab, Tanam Kangkung di Jalan Rusak

Berita

Ini Beberapa Faktor yang Dapat Menyebabkan Kerusakan pada Otak Anda

Berita

Pemcam Usulkan Hotmix 7 KM di Basira, Warga : Akan Sia-sia Jika Truk ODOL Bebas Melintas