PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Rabun jauh atau miopi tak hanya disebabkan oleh faktor genetika saja. Gaya hidup tak sehat seperti menggunakan gadget atau perangkat eletronik di ruangan gelap menyumbang risiko sekitar 10 persen kepada seseorang terkena miopi (rabun jauh) dan silindris."Gaya hidup seperti memainkan gadget dalam ruang gelap, waktunya lama dan jarak pandangnya dekat merupakan faktor pemicu mata minus dan silinder," ujar Yudisianil E Kamal, dokter spesialis mata, di Jakarta, kemarin.Selain itu, melakukan pekerjaan yang mengharuskan seseorang melihat dengan jarak pandang di bawah satu meter juga bisa memicu gangguan mata ini. Bahkan, mempercepat perkembangan tingkat keparahannya. "Sebaiknya kurangi pekerjaan yang menggunakan penglihatan di bawah 1 meter. Ini bisa mempercepat minus pada mata," katanya. Sebab lainnya, sebut Yudi, kebiasaan membaca di ruangan sempit.Sementara itu, menurut Utami Noor Sya'baniyah, selain gaya hidup, faktor genetika juga memainkan peran menyebabkan seseorang terkena rabun jauh atau kelainan mata lainnya. Bila satu dari kedua orang tua memakai kacamata (akibat rabun jauh, dekat ataupun silinder), maka kemungkinan anak mengalami kondisi serupa ialah 25 persen. "Tetapi kalau kedua orang tua sama-sama memakai kacamata, kemungkinan anak (terkena gangguan mata seperti kedua orang tuanya) sekitar 30 persen," terang Utami. (rik)Sumber: RimaNews