MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Akhirnya, Senin (13/4/2015), Tim DVI (Identifikasi Korban) Polda Riau menggali kuburan Darmawan korban penembakan oleh oknum Bea dan Cukai (BC) Bengkalis untuk dilakukan otopsi. Otopsi ini dilakukan atas permintaan Polres Bengkalis guna mengusut kronologi pasti tewasnya ABK yang membawa bawang merah ilegal dari Malaysia tersebut.Tim DVI yang dibantu Universitas Riau (Unri) itu berjumlah 12 orang melakukan otopsi di tempat Darmawan dimakamkan di Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti."Otopsi telah selesai dilakukan siang tadi oleh Tim DVI Polda Riau. Apa hasilnya kita belum tahu karena butuh waktu dan uji lab," ujar Kapolres Bengkalis AKBP A Supriyadi melalui Kasat Polair AKP Angga F Herlambang ketika dihubungi, Senin (13/4/2015) sore.Selain melakukan otopsi terhadap jenazah korban, Polres juga telah memeriksa 7 orang saksi, yakni Tim Patroli BC yang ditugaskan melakukan patroli rutin pada kejadian naas tersebut."Kita telah memeriksa 7 orang saksi dari Bea Cukai," ujar Kasatpol Air ketika dihubungi sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi.Ketika ditanya apakah pihak Kepolisian telah menemukan titik terang dalam insiden ini, Kasatpol Air belum bersedia menjelaskan karena pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi."Belum, kita masih terus memeriksa saksi-saksi untuk dimintai keterangan," tutup Angga.Sementara itu, Kasubdit Dokpol RS Bhayangkara, Kompol Supriyanto yang memimpiin jalannya otopsi menyebutkan bahwa otopsi ini dilakukan atas pemintaan pihak penyidik Polair Polres Bengkalis.Dengan dibantu dokter ahli yakni, Dr dr Dedi Apandi DFM SPf, dr Lio Nardo, dr Abdul Gafar, dr Lilik Kurniawan, dan Mikanik Junaidi otopsi berlangsung selama 3 jam tanpa adanya hambatan. "Ini dilakukan untuk penyidikan yang diminta oleh Polair Polres Bengkalis, sesuai dengan KUHAP pasal 133," singkatnya. (eaf)