MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Volume sampah di Kepulauan Meranti selama Bulan Suci Ramadhan 1436 H atau 2015 M, semakin meningkat. Hal ini disebabkan, banyaknya para pedagang musiman yang berjualan pada bulan Suci tersebut.
"Ya, volume sampah di Meranti meningkat di bulan puasa ini. Namun kita belum bisa menentukan secara detilnya," ungkap Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti, Joko Surianto SH MM, kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Diterangkan Joko, untuk sampah di Kota Selatpanjang khususnya, semakin bertambah di bulan puasa dengan banyaknya kulit kelapa muda, kulit durian, ampas tebu, sisa makanan, serta limbah rumah tangga seperti plastik dan lainnya. Hal ini akibat banyaknya pedagang musiman yang berjualan pada sore hari.
"Selain itu, meningkatnya sampah di bulan puasa ini juga akibat meningkatnya pola konsumsi masyarakat saat sahur dan berbuka. Ini juga merupakan hal biasa tiap bulan suci ramadhan," ucap Joko lagi.
Atas hal itu pula, lanjut Joko, Petugas kebersihan setiap hari harus bekerja ekstra untuk mengangkut sampah-sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) jalan Rumbia Selatpanjang, lalu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gogok.
"Setiap hari, kita itu menurunkan sebanyak 26 orang petugas untuk mengangkut sampah dengan menggunakan 6 truk besar, dan 10 minibus khusus untuk di gang-gang kecil," sebut Joko.
Menurut Joko pula, pihaknya juga terpaksa menambahkan waktu shiftmalam selama puasa dengan kekuatan 26 personel tersebut. "Memang kita tidak melakukan penambahan personil, hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran kita. Akan tetapi, waktu kerja bagi anggota kita tambah mengingat sampah di bulan puasa ini meningkat dari hari-hari biasanya," tutup Joko.(Adi)