RUPAT,PESISIRNEWS.com – Ikatan keluarga besar masyarakat Rupat (IKBMR) dan warga pada hari Rabu (13/8/2014) menggelar aksi unjuk rasa (demontrasi) mengenai pekerjaan infrastruktur pembangunan jalan poros dengan sistim Multi Year (MY) antara Batupanjang dan pangkalan nyirih yang pekerjaan tidak sesuai dengan prosedurnya dan sangat mengecewakan masyarakat.
Pantauan pesisir news Rabu (13/8/14) dilokasi tampak ratusan pendemo yang memadati halaman kantor camat yang langsung disambut oleh Sekcam Rupat Fahrizal SSTP,Kapolsek Rupat AKP Jasri Tabing, kepala UPTD PU Asrul Nabun .Angota koramil . Lurah Batupanjang Refinor.dan satpol kecamatan Rupat.
Sabrizal dengan melakukan Orasi mengatakan “ saya menilai pengerjaan paket proyek jalan Poros yang masuk dalam anggaran Multy Years APBD Bengkalis tersebut amburadul dan dikerjakan tanpa memperhatikan prosedur maupun kepentingan masyarakat.”ungkap salah satu pendemo Sabrizal (34) yang merupakan ketua IKBMR .
Lanjutnya " tuntutan kami ada 3 poin pertama meminta kepada camat rupat untuk menyampaikan kepada Bupati untuk menyelesaikan program proyek multiyers yang ada di kecamatan Rupat sampai massa jabatan Bupati berakhir , kedua menyampaikan kepada kontraktor pelaksanaan proyek multiyers untuk pelaksanaan pekerjaan dimulai dari titik nol yaitu dari Batupanjang yang ketiga pemasangan papan plang proyek biar diketahui masyarakat “tutur ya dan disambut sorakan para pendemo .
Dan saat itu pula orasi dilanjutkan kepada Saparin (42) yang merupakan perwakilan yang berasal dari desa mesim yang begitu semangat dan peduli pada pembangunan Rupat mengatakan “Kita meminta pekerjaan proyek multy years ini kembali dikerjakan karena saat ini terhenti, rekanan harus mengerjakannya mulai dari titik nol yakni kelurahan batu panjang harus disesuaikan dengan prosedur, jangan dibiarkan terbengkalai yang sekarang ini menyebabkan jalan poros hancur lebur tak bisa digunakan masyarakat,” teriak Saparin koordinator demo yang disambut dengan yel-yel dari massa penuntut.
Pada saat Marzuki (42)berorasinya bahwa masyarakat menuntut pemerintah kecamatan untuk mendesak pihak kabupaten yakni bupati dan juga Dinas Pekerjaan Umum agar bersikap tegas dengan kontraktor. Dan ia mengatakan pelaksanaan pekerjaan dititik beratkan pada lokasi yang mudah atau hanya untuk mengerjakan Bobot dan terhambat akses tranportasi masyarakat pengguna jalan akibat pelaksanaan pekerjaan yang ditinggalkan “ ungkanya .
Sementara itu Sekcam Rupat Famrizal dalam sambutannya mengatakan bahwa Camat berhalangan hadir karena ada urusan di kota Bengkalis.
“Kami menyambut baik atas aksi kawan-kawan ini, karena sebagai bentuk kontrol sosial, aksi ini juga kami pandang positif sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap pembangunan di kecamatan Rupat, tuntutan kawan-kawan akan kami sampaikan kepada pihak kabupaten yakni Bupati dan juga Dinas PU,” Sambut Sekcam Rupat Fahrizal SSTP sembari mengajak perwakilan pendemo untuk melakukan dialog di aula kantor camat, agar aspirasi dapat ditampung dan disampaikan kepada pihak terkait. (BUDI)