RUPAT, PESISIRNEWS.com —Upacara peringatan HUT ke-57 Provinsi Riau dikecamatan Rupat yang bertempat halaman kantor camat Rupat ,Senin (11/8/14) berlansung hikmat, dengan memakai pakaian khas melayu upacara dipimpim Sekretais camat (Sekcam) Rupat Fahrizal SSTP,Sedangkan Camat Rupat H.yusrizal Ssos menghadiri acara pengukuhan pemberian gelar bupati Bengkalis Ir .H. Herliyan saleh ,M.Sc sebagai Datuk Setia Amanah Jujungan Negeri oleh ketua LAMR Propinsi Riau.
Dalam upacara yang bertema “Bersempena dengan HUT Provinsi Riau ke-57, Kita Jadikan Momentum untuk Mewujudkan Provinsi Riau yang Maju, Sejahtera dan Berdaya Saing Tinggi” dihadiri , seluruh Kepala UPTD, Lurah (Batupanjang, Terkul, Tanjugkapal,dan Pergam) ,ketua pemuda pancasila (PP) Rupat serta pengurus Kecamatan Rupat,.siswa ,guru dan kepala sekolah , mahasiswa UNRI serta pegawai di lingkup pemerintah Kecamatan Rupat .
Sekretari Camat Rupat Fahrizal SSTP dalam sambutan Gubernur Riau H. Annas Maamun menyampaikan tentang beberapa poin, diantaranya mengajak segenap anak negeri, bahu membahu, bersatu padu dengan tidak membedakan asal usul, besar dan kecil. Namun bersama-sama membangun negeri ini, dengan mendayagunakan segala potensi dan sumber daya yang ada dalam ketamadunan Melayu menuju tercapainya cita-cita luhur masyarakat Riau yang sejahtera lahir dan batin.
Kemiskinan, kebodohan, kurangnya infrastruktur, masih menyelimuti lingkaran pembangunan. Angka kemiskinan penduduk Riau masih tergolong besar, meskipun di bawah rata-rata nasional. Angka ini membesar sesuai dengan data Februari 2014 yakni 9,55 persen dari total penduduk. Selain itu, lebih dari 50 persen dari angkatan kerja Riau hanya tamat sekolah dasar (SD).
“Keadaan ini diperparah dengan kerusakan infrastruktur. sampai sekarang, sekitar 2.227 Km jalan di daerah dalam kondisi rusak. Hanya 29,9 persen jalan nasional yang berada di Riau dalam kondisi baik. Jalan nasional yang mengalami kerusakan mencapai 803,39 Km, terdiri atas 711 Km rusak ringan dan 90,76 Km kondisinya rusak berat. Sedangkan, jalan provinsi yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 1.424 Km, terdiri atas 713 Km rusak ringan dan 712,63 Km rusak berat,” ujarnya.
Dibalik berbagai potensi dan peluang yang dimiliki Provinsi Riau, masih dihadapkan dengan berbagai persoalan yang harus diselesaikan bersama-sama antara lain, kemiskinan masih menjadi problem yang belum dapat diatasi secara tuntas. Masalah kekurangan infrastruktur, telekomunikasi, listrik, air bersih, masih terus digesa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Masih banyak kekayaan alam yang belum dieksploitasi karena ketidakmampuan dalam pengelolaan sumber daya alam, baik berkaitan teknologi, sumber daya manusia, ataupun karena keterbatasan keuangan daerah,” katanya lagi.
Selanjutnya, berbagai kebijakan dalam hubungan pemerintah pusat dan daerah harus diperbaiki. Ketidak adilan bagi hasil minyak antara lain diperlihatkan dengan terhalangnya pemerintah daerah penghasil minyak mengetahui produksi kekayaan alam itu. Belum lagi berkaitan dengan bagi hasil sawit yang tidak mengalir ke daerah penghasil perkebunan tersebut. Persoalan RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Provinsi Riau yang sempat menghantui pembangunan Riau, telah dapat diatasi dengan ditandatanganinya RTRW tersebut oleh Menteri Kehutanan beberapa hari lalu, setelah didesak berbagai komponen masyarakat, legislatif, dan eksekutif Riau.
“Berkaitan dengan Hari Jadi ke-57 ini, Saya juga mengajak, Kita semua untuk merenungi dan mempertanyakan apa yang telah diberikan kepada Provinsi Riau tercinta. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab tapi disikapi dengan memberikan aksi nyata demi kemajuan ke depan,” tutupnya.”(budi)