SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau menekankan aparatur di wilayahnya untuk mengantisipasi menyebarluasnya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kepulauan Meranti. Untuk itu, mulai dari kelurahan dan desa hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) diminta agar mendata jumlah lahan milik warga.Demikian disampaikan Camat Pulau Merbau, H. Edi M Nur, Senin (7/3/16). Hal ini dilakukan sebagai langkah dan upaya antisipasi sedini mungkin untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran lahan di daerah tersebut."Kita telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi terjadinya karlahut bersama pihak kelurahan dan desa sampai ke tingkat RT/RW. Khusus bagi RT/RW agar melaporkan jumlah lahan dan perkebunan milik warganya," sebutnya.Dia menjelaskan, data tersebut bertujuan agar pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau dapat menentukan titik-titik yang rawan terjadinya karlahut. Sebab berdasarkan prediksi perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada bulan Februari 2016 lalu kondisi suhu udara mulai memasuki musim kemarau. "Pada musim (Pancaroba, red) ini dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.Untuk itu, Ia berencana akan merancang pembangunan kanal cadangan air untuk penanggulangan kebakaran hutan. Selain itu, kanal yang sudah ada akan dioptimalisasikan untuk mencegah menyebarluasnya titik api jika terjadinya karlahut."Kita juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk merancang pembuatan kanal cadangan tersebut," ungkapnya.Tambahnya lagi, sejauh ini belum ada laporan atau ditemui titik api di Kecamatan Pulau Merbau. "Kita minta kepada seluruh warga Pulau Merbau agar terus memantau lahan dan perkebunan milik warga. Jika ada dijumpai titik api maka laporkan secepatnya kepada RT/RW masing-masing tempat," pintanya kepada masayrakat. (mad)